Anies menceritakan kisahnya yang kerap berinteraksi dengan Pramono Anung sejak masih mengenyam pendidikan di UGM (Universitas Gadjah Mada) Yogyakarta.
"Kami rutin berinteraksi dalam berbagai aktivitas pergerakan mahasiswa di Yogja. Walaupun lebih senior, ia tetap sering meluangkan waktu untuk mengikuti rapat dengan para aktivis mahasiswa yang masih kuliah," ungkap Anies.
Pramono Anung juga menanggapi kisah pertemanannya dengan Anies yang selama ini tak diketahui banyak orang.
"Saya dengan Mas Anies ini sudah berteman lama sekali dan tidak banyak orang yang tahu. Anak saya yang sekarang jadi Bupati Kediri itu kan waktu lahirannya dulu ikut ditungguin sama Mas Anies," ucap Pramono.
Melanjutkan cerita Pramono, Anies Baswedan mengungkapkan pertemuannya dengan Dhito yang menjadi pengalaman spiritual baginya.
"Bulan Oktober 2024 lalu, saya hadir ke sebuah resepsi pernikahan di Ploso, Kediri, saya duduk berdampingan Bupati Kediri dan itu adalah Dhito, anaknya Mas Pram," kata Anies.
"Sebetulnya, itu pengalaman spiritual bagi saya, karena saya dulu pernah lihat anak ini waktu bayi lalu sekarang dipertemukan lagi saat sudah besar dan jadi Bupati Kediri pula," imbuhnya.
"Sementara sang ayahnya ini senior di aktivis, yang saat itu meminta saya menemani proses persalinan istrinya, kini menjadi calon Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung," sambung Anies.
"Dunia ini kecil. Perjalanan hidup tiap orang memang panjang dan tak selalu sama. Sesekali persimpangan kembali mempertemukan ulang jalan yang terpisah. Setiap pertemuan jalan, memunculkan kisahnya sendiri. Semua itu selalu ada hikmahnya," pungkasnya.
Mengingat kembali kisah masa pertemanan dan kedekatannya dengan Pramono Anung yang cukup intens, bisa menjadi salah satu alasan kenapa Mantan Menteri Pendidikan itu kini mendukung Pramono ketika maju jadi calon Gubernur Jakarta di Pilkada 2024.
Selain itu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) juga menyebut dukungan yang diberikan Anies Baswedan kepada Pramono-Rano juga disatukan karena adanya kesamaan lainnya.