SketsaNusantara.id - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyatakan bahwa keberagaman agama di Indonesia menjadi potensi besar yang berharga bagi masyarakat dunia.
Menurut Nasaruddin, Indonesia adalah contoh hidup dari stabilitas kerukunan umat beragama di tengah perbedaan.
Dalam sebuah talkshow nasional, Menag Nasaruddin mengungkapkan bahwa kerukunan umat beragama di Indonesia memiliki nilai jual tersendiri.
"Kita adalah salah satu negara paling besar, paling plural, tapi paling stabil dari segi politiknya," kata Nasarudin, dikutip SketsaNusantara.id dari situs Kemenag.go.id.
Menurutnya, stabilitas ini menjadi aset yang bisa dipromosikan ke dunia internasional sebagai contoh hidup toleransi.
Nasaruddin juga menyebutkan bahwa banyak pemimpin negara lain tertarik untuk mempelajari keberhasilan Indonesia dalam menjaga keharmonisan umat beragama.
"Insya Allah dengan berbagai catatannya juga perekonomiannya, dibanding negara-negara lain, termasuk negara Islam. Kita umat Islam terbesar kedua di dunia, setelah Pakistan," lanjutnya.
Mereka ingin tahu bagaimana Indonesia, dengan berbagai perbedaan budaya dan agama, serta wilayah yang luas, tetap bisa kompak.
Menag Nasaruddin juga menjelaskan bahwa pencitraan Indonesia di dunia internasional sebagian besar dapat dilihat melalui situasi keberagamaan yang damai.
Keberhasilan ini tak lepas dari peran Kementerian Agama dalam menjaga stabilitas tersebut.
Dalam menjalankan tugasnya, Kementerian Agama bekerja melalui pendekatan pembinaan hati umat, bukan sekadar aturan formal.