SketsaNusantara.id - Anggota Kabinet Merah Putih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dijadwalkan akan digembleng di Lembah Tidar, Akademi Militer (Akmil), Magelang selama 3 hari.
Para menteri, wakil menteri, kepala badan, hingga utusan khusus presiden akan menjalani pelatihan sekaligus pembekalan dengan ditempatkan di tenda-tenda yang telah disiapkan di Akmil Magelang.
Tak terkecuali Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang menjabat sebagai Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat dan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Menteri Sosial.
Soal ini, Umar Wahid, tak lain adik Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid mengusulkan agar Cak Imin dan Gus Ipul ditempatkan dalam satu tenda.
Hal ini diungkapkan Direktur Eksekutif Indostrategic, Khoirul Umam yang menyebut, penempatan Cak Imin dan Gus Ipul dalam satu tenda akan baik bagi hubungan keduanya.
“Kata Umar Wahid, kayanya bagus juga nanti kalau di Lembah Tidar itu Cak Imin dan Gus Ipul diletakkan di dalam tenda saja, jadi biar emotional bounding-nya lebih kuat,” ungkap Khoirul Umam.
Nama dua menteri di bawah Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran ini menjadi sorotan, mengingat Cak Imin dan Gus Ipul pernah terlibat perseteruan.
Perseteruan itu mencuat setelah Pilpres 2024 lalu.
Dimana saat itu, Gus Ipul yang menjabat sebagai Sekjen PBNU menilai bahwa PKB, partai yang dipimpin Cak Imin tidak mendengarkan ulama dan kiai dalam menjalankan langkah-langkah politiknya.
Gus Ipul pun menyatakan bahwa PBNU memiliki hak untuk membenahi PKB.
Namun sayangnya, Cak Imin berpendapat berbeda. Ia menyatakan bahwa PBNU tidak berhak mencampuri urusan internal partai.