SketsaNusantara.id - Neo Historia, portal konten sejarah dan sosok pendirinya, Daniel Limantara tengah jadi sorotan beberapa hari kebelakang.
Program open donasi yang digelar Daniel Limantara untuk Neo Historia pada 4 Oktober 2024 menuai kontroversi.
Pasalnya, Neo Historia berada di bawah perusahaan berbentuk PT dengan nama PT. Neosphere Digdaya Mulia.
Bahkan penggalangan dana ini dilaporkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementrian Sosial oleh Sekretaris DPP Partai Demokrat, Hasbil Mustaqim Lubis.
Kontroversi yang menyeret nama Daniel Limantara dan berkaitan dengan Neo Historia ini bukanlah yang pertama kalinya.
Sebelumnya, beredar sejumlah tudingan di media sosial terkait masalah pembayaran royalti kepada para penulis.
Dan berikut ini sejumlah kontroversi hingga tudingan yang pernah menyeret nama Daniel Limantara terkait Neo Historia.
1. Open Donasi untuk Operasional Neo Historia
Melalui akun X @neohistoria_id, Daniel Limantara diduga menggelar open donasi untuk keperluan operasional Neo Historia.
Akun tersebut juga mengungkapkan kondisi kas medianya yang tidak cukup untuk bertahan beberapa bulan ke depan.