Dengan menambahkan bingkai "Open to Work" pada foto profil, seorang pencari kerja dapat menjangkau perekrut yang mungkin selama ini tidak melihat profil mereka sebelumnya.
Namun, beberapa perekrut mungkin menyebut status "open to work" ini sebagai kesan negatif sebagai perwujudan kurangnya kepercayaan diri pencari kerja terutama pada pangsa pasar kerja yang kompetitif, ketika banyak banyak kandidat berkualitas tinggi bersaing untuk posisi yang sama.
Meskipun demikian, banyak penelitian menunjukkan bahwa fitur LinkedIn ini tidak selalu berkonotasi negatif.
Banyak influencer dan konsultan di bidan rekrutmen malah menganggap "Open to Work" justru sebagai tanda kepercayaan diri para pencari kerja untuk mempromosikan dirinya dengan menunjukkan kesediaan untuk beradaptasi di lingkungan kerja yang baru.
Apalagi dengan banyaknya perusahaan yang sekarang ini menerapkan kebijakan kerja jarak jauh atau work from anywhere yang fleksibel, memberikan keuntungan bagi para pengangguran bisa bekerja jadi freelancer dari manapun dan meningkatkan peluang seseorang untuk menambah pengalaman kerja.
Emily Liou, influencer medsos yang juga kerap membagikan tips pada para pencari kerja untuk menggunakan fitur ini karena membawa banyak manfaat dan "open to workyang terpampang di foto profil sering kali menerima lebih banyak perhatian dari perekrut profesional.
Menurut beberapa studi, pelamar yang mengaktifkan "Open to Work" cenderung mendapatkan dua hingga tiga kali lebih banyak pesan dari perekrut dibandingkan dengan mereka yang tidak menampilkannya.
Namun, para pencari kerja juga perlu menonjolkan keahlian dan pencapaian atau prestasi melalui profil LinkedIn yang dioptimalkan dengan memunculkan list pengalaman kerja sebanyak mungkin karena terbilang lebih efektif menarik rekrutmen daripada menampilkan status "Open to Work".
Kesimpulannya, fitur "Open to Work" di LinkedIn tidak dapat dikatakan sebagai ide buruk secara keseluruhan.
Daripada khawatir soal persepsi negatif yang disampaikan beberapa orang, mending pencari kerja mencari tahu untuk mengoptimalkan fitur open to work agar bisa meningkatkan visibilitas dan tak berhenti mengasah keahlian agat bisa ditonjolkan di profil LinkedIn sehingga bisa dilirik para perekrut dari perusahaan profesional.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!