news

Melihat Aksi Bobby Nasution dan Kaesang Pangarep Kenalkan Identitas 'Mulyono' saat Kampanye dalam Fenomena Politik dan Oligarki di Indonesia

Senin, 30 September 2024 | 21:42 WIB
Bobby Nasution bawa nama Mulyono dalam kampanyenya (Instagram @bobbynst)

SketsaNusantara.id – Setelah putra Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, menarik perhatian publik dengan mengenakan rompi bertuliskan 'Putra Mulyono', kini giliran Bobby Nasution, Calon Gubernur Sumatera Utara, melakukan hal serupa.

Dalam kampanye di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, pada Sabtu, 28 September 2024, Bobby mengenalkan istrinya, Kahiyang Ayu, sebagai bagian dari keluarga 'Mulyono', merujuk pada nama masa kecil sang presiden.

"Ini adalah Ibu Kahiyang Ayu Siregar. Kalau sekarang, kami ini dikenal sebagai anak dan menantunya Mulyono," ujar Bobby disambut riuh tepuk tangan dari warga yang hadir dalam kampanye tersebut.

Baca Juga: Berapa Biaya Kuliah di UIPM? Tempat Raffi Ahmad Mendapat Gelar Doktor Honoris Causa, Ternyata Segini Besarannya

Aksi ini dinilai sebagai bentuk pengakuan publik terhadap identitas keluarga mereka di tengah panggung politik Indonesia.

Sebelumnya, Kaesang memulai tren ini saat mengunjungi Kampung Barat, Tangerang, pada 24 September 2024, dengan rompi bertuliskan 'Putra Mulyono'.

Aksi tersebut diinterpretasikan sebagai tanggapan atas penggunaan nama 'Mulyono' oleh warganet untuk mengkritik Presiden Jokowi di media sosial. Hal ini memicu diskusi luas di kalangan publik mengenai peran simbolis dari penggunaan nama tersebut.

Baca Juga: Melenggang Jadi Anggota DPR RI Tanpa Syarat Apapun, Inilah Fakta Romy Soekarno, Cucu Bung Karno yang Gantikan Kursi Arteria Dahlan

Fenomena Politik dan Oligarki di Indonesia

Menurut Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, fenomena ini mencerminkan dinamika politik di Indonesia.

"Fenomena politik elit ini menunjukkan bahwa kekuasaan dapat dicapai oleh siapa saja, bahkan oleh mereka yang tidak berafiliasi langsung dengan partai politik. Ini adalah pelajaran penting," jelas Adi, dilansir SketsaNusantara.id dalam unggahan Instagram @adiprayitno.official pada Agustus 2024.

Adi juga menambahkan bahwa politik di Indonesia sering kali bersifat pragmatis.

Baca Juga: Peringati Peristiwa G30S PKI, Ini Pandangan Anak-Anak Jenderal Ahmad Yani Tentang Keterlibatan Soekarno

"Jangan bawa perasaan. Politik itu soal keuntungan pribadi dan kelompok. Hari ini lawan, besok bisa jadi kawan," lanjutnya, menekankan sifat fleksibel dari aliansi politik di tanah air.

Halaman:

Tags

Terkini