SketsaNusantara.id - Inilah tanggapan dua putra dan putri jenderal Ahmad Yani terhadap keterlibatan Soekarno dalam persitiwa G30S PKI serta keterlibatannya dalam PKI dan dicabutnya TAP MPRS sebagai upaya mengembalikan nama baik Soekarno.
Pemerintah baru beberapa hari yang lalu telah mencabut TAP MPRS No. XXXIII/MPRS/1967 yang merupakan sebuah upaya untuk memulihkan nama baik Soekarno.
Dimana salah satu tudingan yang ikut dibersihkan dengan adanya penghapusan TAP MPRS tersebut adalah perihal keterlibatan Soekarno dalam Partai Komunis Indonesia (PKI) serta keterlibatannya dalam peristiwa berdarah G30S PKI.
Peristiwa Gerakan 30 September 1965, atau disebut G30S PKI sendiri merupakan peistiwa yang memilukan bagi keluarga 6 jenderal dan 1 perwira yang mati mengenaskan di lubang buaya.
Peristiwa tersebut dalam sejarah Indonesia disebut sebagi kudeta dewan jenderal yang masih sangat diingat oleh putra dan putri dari Ahmad Yani seperti dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube tvOneNews.
Peristiwa terbunuhnya 6 jenderal 1 perwira TNI Angkatan Darat pada tahun 1965 disebut sebagai upaya kudeta oleh Partai Komunis Indonesia (PKI).
Dicabutnya TAP MPRS XXXIII/MPRS/1967 yang merupakan upaya pembersihan nama Soekarno tersebut membuat kedua anak dari jenderal Ahmad Yani berikan pandangannya terkait keterlibatan Soekarno terhadap PKI dan peristiwa berdarah itu sendiri.
"Kalau saya pribadi dan kakak-kakak berpandangan pada buku (kumpulan catatan Ahmad Yani) ini, bahwa Soekarno adalah simpatisan PKI," ujar putra Jenderal Ahmad Yani, Untung Mufreni Yani.
"Kalau ibu Amelia (kakaknya) ia (Soekarno) terlibat," tambahnya.
Menurut Amelia Achmad Yani, ia berkeyakinan bahwa Soekarno terlibat PKI dengan dasar bahwa pada saat itu sebagai presiden, Soekarno juga berperan sebagai panglima ABRI.
"Dia kan panglima TNI ABRI, masak panglima ABRI enggak tahu apa-apa," ujar Amelia Achmad Yani.