SketsaNusantara.id - Calon gubernur Jakarta Pramono Anung menegaskan tidak pernah melobi siapa pun agar bisa maju di Pilgub Jakarta menjadi calon gubernur.
"Untuk menjadi calon gubernur, saya enggak pernah melobi siapa pun," tegas Pramono Anung kepada awak media.
Menurutnya, pertarungan di Pilgub Jakarta bukan lagi menyoal mesin partai, melainkan figur.
Pengalaman di 2012 bisa menjadi contoh, sambung Pramono, dimana saat itu Jokowi yang berpasangan dengan Ahok di Pilgub Jakarta didukung 18 persen, sementara ia dan Rano kini 15 persen.
Pun kata Mas Pram, jika kemudian masyarakat Jakarta memberikan dukungan kepadanya, itu menunjukkan bahwa yang namanya mesin partai atau partai hanya sebagai fasilitas untuk maju.
"Jadi yang ingin saya katakan bahwa kerja politik, kerja di lapangan itulah yang menentukan, jadi pertarungan saya adalah pertarungan figur," urainya.
Mas Pram mengambil contoh saat ia blusukan ke kawasan Cakung yang dikenal sebagai basis pendukung garis keras Anies Baswedan.
Masyarakat Cakung ia klaim kini mengalihkan dukungan pada Pramono Anung dan Rano Karno, berkat pertarungan figur yang menurutnya lebih berperan dibanding partai.
"Saya pekerja keras, sungguh-sungguh, track record saya boleh dicek, 25 tahun bukan waktu yang pendek," paparnya.
Sementara itu, tokoh ulama Cakung di Jakarta Timur, KH Zaenal Arifin akui bahwa ia adalah pendukung garis keras Anies Baswedan.
"Saya terus terang pendukung Anies (Baswedan), Pak Pram," urainya.