"Karena situasi sangat ramai, saudara Yulianus yang saat itu memaksa masuk akhirnya terkena dorongan bagian perut dari personel Pengamanan VVIP, jadi tidak ada pemukulan," ucap Kolonel Kristiyanto sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dari laman resmi Kodam VI Mulawarman TNI AD.
"Sesuai dengan UU TNI No. 34 tahun 2004 tentang Tugas Pokok TNI dalam hal pengamanan VVIP, tugas Paspampres juga sudah benar sesuai dengan aturan undang-undang dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada, yaitu melaksanakan tugas pengamanan fisik jarak dekat terhadap kemungkinan ancaman yang dapat membahayakan obyek VVIP yang dalam hal ini adalah Presiden Jokowi," tuturnya.
Lebih lanjut, Yulianus telah dihubungi oleh pihak Kodam VI Mulawarman melalui sambungan telepon dan pemuda tersebut telah mengakui kesalahannya serta menyampaikan permintaan maaf.
"Atas kejadian tersebut, kami telah mengkonfirmasi lewat telepon dan Saudara Yulianus telah mengakui kesalahannya karena tindakannya membahayakan keselamatan Presiden. Bahkan yang bersangkutan sudah meminta maaf," ungkap Kapendam.
Baca Juga: Kaesang dan Gibran Masih Bungkam, Jokowi Ingatkan soal Hoaks di Medsos
Sementara itu, melalui akun Instagramnya, Yulinus mengaku tak masalah meski harus kesakitan saat tak sengaja mendapat dorongan dari petugas.
Yulinus mengaku senang bisa bertemu dengan Presiden Jokowi dari dekat karena selama ini impiannya bertemu orang nomor satu di Indonesia sebelum pensiun dari jabatannya akhirnya tercapai.
"Waktu itu saya pikir hanya bermimpi untuk bertemu dengan Bapak @jokowi, tapi ketika saya mendengar bapak akan ke Samarinda dengan penuh semangat saya datang di Gelora Kadri Kuning dengan tujuan hanya untuk bertemu dan berfoto sebelum bapak pensiun, dan puji tuhan mimpiku jadi kenyataan," tulis Yulianus dalam postingan Instagram @agung_q114 yang diunggah pada hari Minggu, 8 September 2024.
"Dengan Penuh perjuangan akhirnya saya bisa juga foto bersama Pak @jokowi walaupun sedikit menyedihkan ketika saat kena pukul paspampres tapi saya bersyukur sebagai kenang-kenangan dari rombongan bapak untuk saya. No Problem," pungkasnya.
Dengan demikian, postingan Yulianus tersebut dianggap sebagai pengakuan kesalahannya karena menerobos penjagaan paspampres.
Postingannya pun seketika menuai reaksi netizen yang mengaku "tertipu" namun menjadikan pelajaran agar tak menerobos paspampres sesuai arahan petugas.
"Ngefans Pak Jokowi boleh, bro. Tapi gak segampang itu kau pikir bisa semudah itu. Ngerti Ring 1 kan? Lain kali jangan asal terobos aja ya, ini juga pelajaran buat semuanya, kalo kena goreng netizen nanti paspampres yang nanggung akibatnya," komentar akun @elsonjunior.