- Representasi yang adil dalam lembaga perwakilan rakyat
- Kebebasan anggota legislatif dalam berdebat serta membuat keputusan tanpa tekanan disiplin partai yang terlalu ketat.
2. Pesantren dan Ludruk
Artikel ini dirilis pada 22 Desember 1979 oleh Majalah Tempo. Gus Dur membahas bagaimana ludruk, sebuah bentuk kesenian rakyat asal Jombang berkembang di konteks pedalaman Jawa Timur yang dikenal dengan tradisi pesantrennya.
3. Sederhana, Syahdu
Artikel ini dirilis pada 9 Agustus 1980 oleh Majalah Tempo yang membahas Kapel Rothko yang berada di Houston, Texas, sebagai sebuah tempat ibadah yang unik serta bebas dari afiliasi agama apapun.
4. Tentang Masa Depan Intelektual
Tulisan ini ialah sebuah resensi buku yang ditulis oleh Gus Dur serta dimuat pada 13 Juni 1981 di Majalah Tempo yang membahas tentang gagasan Alvin W. Gouldner dalam bukunya yakni The Future of Intellectuals and the Rise of the New Class.
5. DKJ: Peralihan atau Pemantapan
Artikel ini dirilis pada 7 Agustus 1982 oleh Surat Kabar Sinar Harapan yang berisi tentang salah satu kritik dari Gus Dur yakni keanggotaan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) tidak cukup berbobot disebabkan oleh anggotanya, meskipun merupakan seniman tulen, hanya bekerja paruh waktu, serta sibuk dengan pekerjaan lainnya.
6. Koperasi Sudah Beranjak dari Utopia?
Tulisan ini rilis pada 23 April 1983 oleh Majalah Tempo. Dalam tulisan ini, Gus Dur mencoba untuk mengevaluasi serta mengkritisi impian dan perjuangan dari Bung Hatta soal koperasi sebagai dasar perekonomian Indonesia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!