SketsaNusantara.id- Universitas Diponegoro atau Undip memberikan klarifikasi mengenai kematian dr Aulia Risma Lestari atas dugaan mengakhiri hidup karena terdampak bully.
Beberapa waktu lalu viral di media sosial, kematian seorang dokter muda yang mengabdikan dirinya sebagai Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Undip RSUP Kariadi, Semarang.
Ia ditemukan tidak bernyawa di kamar kosnya. Dr Aulia Risma Lestari merupakan seorang dokter yang berasal dari Tegal dan berusia 30 tahun.
Undip pun angkat bicara. Pihaknya menyatakan bahwa tidak ada kasus bully seperti yang diperkirakan oleh publik. Hingga menyebabkan dokter muda itu meninggal dunia pada 12 Agustus 2024.
Pihak Undip juga menegaskan bahwa lingkungannya menerapkan program zero bullying. Dipantau pula oleh tim pencegahan dan penanganan perundungan dan kekerasan seksual.
Program yang sudah berjalan sejak tahun 2023 itu menjadi data bagi mereka untuk klarifikasi terhadap kematian dr Aulia Risma Lestari.
Adapun dinyatakan bahwa korban mengidap masalah kesehatan yang sampai saat ini masih tidak ada konfirmasi lebih lanjut demi privasi korban.
Lebih lanjut, menyinggung tentang PPDS, tidak sedikit akun Instagram milik dokter di tanah air yang menyinggung tentang kerasnya lingkungan tersebut.
Salah satunya akun Instagram @drmita.spkk dan @ppdsgramm. Keduanya angkat bicara tentang dugaan gelapnya lingkungan PPDS dan akrab dengan kasus bully.
"Akui aja memang ada sisi gelap pendidikan dokter spesialis. Iya gak semua! tapi ada perundungan dalam PPDS dengan berbagai derajat mulai dari perundungan verbal semacam membicarakan tetangga, difitnah, dijelek jelekin dan sebagainya. Sampai fisik dan perundungan finansial pun ada," ujar dr. Listya Paramita, Sp.DVE, FINSDV.