“Habidur (habib Madura),” komentar pemilik akun @armanologic.
“Warung ‘tutup kalau kiamat’,” tulis akun @drest_mita yang kemudian disukai sebanyak 1.300 kali.
Usulan nama ini tak lepas dari kebiasaan dari Warung Madura yang rata-rata buka 24 jam.
Usulan nama yang tak kalah menarik perhatian juga diberikan oleh Tretan Muslim, komika yang juga berasal dari Madura.
Namun usulan nama yang diberikan Tretan Muslim justru membuat netizen khawatir karena bisa memicu perang.
Baca Juga: Jatim Sabet Juara 2 KPU Provinsi Terinovatif, Unggul di Atas Bali, Ini Kriteria Pemenangnya
“Nanti perang bang,” tulis akun @iyainajafeel, membalas komentar Tretan Muslim.
“Awas pak, jangan ngulang masa lalu,” balas akun @mysyar_.
Nama yang diusulkan Tretan Muslim memang tidak menggunakan kata Madura.
Akan tetapi, nama tersebut memiliki sejarah kelam bagi suku Madura dan suku Dayak.
Nama Warung Madura yang diusulkan Tretan Muslim yakni Sampit Mart.
Di mana Sampit adalah nama daerah di mana konflik antara suku Madura dan Dayak pernah terjadi.
Konflik tersebut kemudian disebut Tragedi Sampit karena menyebabkan sekitar 500 nyawa melayang.***