SketsaNusantara.id- Bawaslu Kota Kediri pastikan pengalaman KH Abdul Bakar Abdul Jalil atau Gus Ab pada Pemilu 2024 kemarin tak terulang lagi.
Hal ini disampaikan Gus Ab saat anggota Bawaslu Kota Kediri beserta jajaran Ad-Hoc melakukan pengawasan Coklit data pemilih di kediaman Ketua PCNU Kota Kediri ini pada 12 Juli 2024 lalu.
Dalam kesempatan tersebut, didampingi Anggota KPU Kota Kediri, Adib Zaimatu Sofi beserta PPK dan PPS, Pantarlih yang bertugas melaksanakan Pencocokan dan Penelitian Data Pemilih kepada Gus Ab.
Pada kesempatan tersebut, Gus Ab menyampaikan pengalamannya di Pemilu 2024 soal TPS yang jauh dari kediaman.
"Kenapa dalam pencoblosan Pemilu kemaren saya mendapat TPS yang jauh dari kediaman?," tanya Gus Ab, dilansir SketsaNusantara.id dari laman kedirikota.bawaslu.go.id.
Menurut Adib Zaimatu Sofi, Anggota KPU Kota Kediri, hal tersebut terjadi karena jumlah pemilih dalam satu TPS terbatas hanya maksimal 300 orang, sehingga apabila kuota telah terpenuhi maka pemilih dialihkan ke TPS terdekat berikutnya.
"Akan tetapi untuk Pilkada 2024 ini, karena jumlah pemilih dalam TPS sekitar 600 orang, maka kemungkinan kecil terjadi pemilih dalam satu keluarga terpecah di TPS lain," jelas Sofi.
Baca Juga: Rumah Khofifah Jadi Puncak Coklit, Ning Lia Sebut Ada Pesan Penting untuk Warga
Selain itu, Sofi juga menyampaikan terkait fasilitas pemilih disabilitas yang akan diberikan bagi TPS khusus untuk para pemilih yang berkebutuhan khusus.
Pengawasan Coklit ini dilakukan bertujuan untuk memastikan pencocokan dan penelitian data pemilih. Tahapan ini akan dilaksanakan sesuai prosedur yang masih berjalan sampai tanggal 24 Juli 2024 mendatang.***