"Kambing jenis etawa ini akan dibawa ke Jakarta dari Banyuwangi untuk persiapan kurban, rencananya mau dibawa ke penampungan di Umbulsari Jember," ungkap Muhammad Na'i pada hari Jumat, 7 Juni 2024.
Na'i menyebutkan kronologi pemindahan kambing yang dibawa menggunakan truk melalui Jalur Gumitir. Beberapa kambing ditempakan dengan cara dua susun menggunakan papan kayu, namun sayangnya beberapa kambing mati saat dalam perjalanan lantaran kayu pemisah ambrol.
"Ada beberapa kambing yang ditempatkan di atas ada yang bawah dan dipisah dengan papan kayu, tapi kemudian kayu pemisahnya ambrol sehingga kambing yang berada di bawahnya mati saat dalam perjalanan," ujar Na'i.
"Sopir truk kemudian mengurangi beban kendaraan dan membuang kambing di jurang Jalur Gumitir karena kondisinya cukup jauh dari pemukiman warga," imbuhnya.
Muhammad Na'i menyebut puluhan ekor kambing mati tersebut kini telah dievakuasi dan dikuburkan oleh para relawan dengan dibantu warga sekitar.
Penemuan 30 bangkai kambing ini sempat mencuri perhatian netizen di media sosial. Beberapa warganet menyayangkan kejadian ini dan bahkan menyebut adanya dugaan kambing tersebut dibuang karena merupakan hasil pencurian.
Namun, Kapolsek Silo tersebut menegaskan tidak ada tindak kriminal yang berkaitan dengan meninggalnya puluhan kambing di Jalur Gumitir dan murni terjadi karena kecelakaan.
"Kejadian ini murni (kecelakaan) dan pemiliknya menjelaskan bahwa kambing ini memang tujuannya dibawa untuk dijual sebagai hewan kurban," tandasnya.***