"Memaksimalkan aset yang dimiliki seluas 3.800 hektar ini memang sudah selayaknya dilaksanakan. Jika perusahaan sehat dan maju, tentu akan mendukung kesejahteraan karyawan. Bukan hanya dimensi profit, tetapi ada misi sosial termasuk pengentasan kemiskinan di pinggiran perkebunan," tuturnya.
Saat ini, lini bisnis utama PP Kahyangan seperti karet dan kopi menunjukkan harga jual yang menjanjikan di pasaran, meski tanaman kopi membutuhkan perawatan ekstra serta peremajaan.
Selain memperluas area tanam tebu yang menunjukkan tren positif, PP Kahyangan juga mulai menjajaki peluang budidaya komoditas baru seperti kayu gaharu.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI