SketsaNusantara.id — Kerinduan seorang Pekerja Migran Indonesia di Taiwan, Yuni Lestari, terobati setelah hampir satu dekade tidak pulang ke Tanah Air.
Melalui program Tali Kasih Teman Seperjuangan BRI, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memberikan kejutan dengan mempertemukan Yuni bersama sang ibu, Suyati, dalam gelaran Festival Budaya di New Taipei City pada Minggu, 23 Agustus 2026.
Yuni, yang telah bekerja sebagai perawat lansia atau caregiver di Taiwan selama sepuluh tahun, menjadi tumpuan ekonomi keluarga sejak sang ayah mengalami kecelakaan.
Sebagian besar penghasilannya rutin dikirimkan ke kampung halamannya di Pati, Jawa Tengah, sehingga ia harus menunda kepulangannya demi mencukupi kebutuhan hidup orang-orang terdekatnya.
Momen haru pertemuan tersebut disaksikan langsung oleh Direktur Utama BRI, Hery Gunardi. Yuni mengaku tidak pernah menyangka dapat kembali memeluk sang ibu setelah bertahun-tahun terpisah oleh jarak dan menghadapi dinamika pekerjaan yang tidak mudah di perantauan.
"Perjalanan saya sebagai PMI juga diwarnai berbagai tantangan. Dalam beberapa pekerjaan sebelumnya, saya sempat menghadapi beban kerja yang cukup berat. Saya sangat tidak menyangka akhirnya bisa bertemu dengan ibu saya. Terima kasih BRI dan Pak Hery Gunardi," ungkap Yuni.
Ibu dari Yuni, Suyati, turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada manajemen perbankan nasional tersebut.
Ia merasa bersyukur dapat menginjakkan kaki di Taiwan dan menyaksikan langsung kondisi putrinya berkat bantuan penuh dari program sosial perusahaan.
Selain memfasilitasi pertemuan secara langsung di lokasi acara, BRI juga memberikan kejutan tambahan berupa tiket perjalanan pulang pergi Taiwan menuju Indonesia.
Baca Juga: Bible Camp Pemuda Imanuel Walureda dan Pos Pelayanan Tiberias Dahi Ae Sabu Raijua Resmi Ditutup
Bantuan ini memberikan kepastian bagi Yuni untuk bisa kembali berkumpul dengan keluarga di kampung halaman dalam waktu dekat.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa inisiatif kemanusiaan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun kedekatan sosial dengan komunitas pekerja migran.