Kemunculannya dalam prosesi kirab bukan sekadar ornamen untuk memperindah rangkaian upacara, melainkan membawa simbol budaya yang ingin ditampilkan dalam momentum peringatan kemerdekaan.
Upacara Kemerdekaan RI di Jawa Barat Padukan Budaya Sunda dengan Semangat Kemerdekaan
Kemunculan sosok perempuan dengan busana tradisional serupa figur Nyi Roro Kidul sebenarnya bukan pertama kali terlihat dalam rangkaian upacara kenegaraan di Jawa Barat.
Kirab bendera Merah Putih dalam rangka HUT RI di Bandung pada tahun 2025 lalu juga menampilkan sosok serupa, menampilkan sosok penari dengan busana kebaya tradisional merah putih.
Kehadiran Sunan Ambu dalam prosesi kirab Merah Putih menjadi bagian dari upaya memasukkan unsur budaya lokal ke dalam momentum kebangsaan.
Ketika figur tersebut digambarkan menyerahkan Sang Saka Merah Putih hingga ikut mengiringi prosesi Kirab Budaya, hal tersebut dapat dimaknai sebagai penyerahan restu dari sang penjaga alam terhadap kekayaan alam Nusantara untuk selalu dilestarikan demi kesejahteraan masyarakat dan kedaulatan NKRI.
Dedi Mulyadi dikenal konsisten mengusung konsep kebudayaan Sunda dan Nusantara dalam berbagai acara kenegaraan.
Menampilkan sosok Sunan Ambu dalam upacara HUT Kemerdekaan RI memunculkan pesan untuk pelestarian sekaligus menunjukkan identitas budaya.
Kirab Budaya seperti ini dimaksudkan untuk mengajak generasi muda agar tidak melupakan identitas budaya dan tradisi lokal di tengah arus modernisasi sebagai simbol penyatuan antara kekayaan budaya dengan semangat menjaga Indonesia.
Penggunaan unsur budaya Sunda dalam rangkaian tersebut sekaligus memperlihatkan kuatnya identitas lokal yang diusung dalam peringatan kemerdekaan di Jawa Barat.
Upacara HUT RI Pertama Kali Digelar di Gedung Sate Bandung
Selain kirab budaya, lokasi pelaksanaan upacara juga menjadi bagian yang tidak kalah menarik. Pasalnya, untuk pertama kalinya upcara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Jawa Barat digelar di halaman utama Gedung Sate.
Pemindahan lokasi dilakukan setelah penataan kawasan Gedung Sate selesai. Halaman Gedung Sate kini dibuat lebih terbuka sehingga dapat dimanfaatkan sebagai ruang publik sekaligus pusat kegiatan pemerintahan.