SketsaNusantara.id – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 berlangsung dengan suasana berbeda di sejumlah daerah.
Alih-alih menggelar pesta dan hiburan rakyat seperti tahun-tahun sebelumnya, sejumlah pemerintah daerah membatalkan rangkaian acara meriah sebagai bentuk solidaritas kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tengah berduka pasca bencana gempa dan tsunami yang mengguncang Flores pada hari Sabtu, 15 Agustus 2026.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 SR yang berpusat di sekitar Mbay, Kabupaten Nagekeo, tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami. BMKG mencatat kenaikan muka air laut di sejumlah wilayah, termasuk Maurole-Ende hingga Pulau Selayar Sulsel dengan ketinggian mecapai 0,94 meter.
Guncangan gempa yang begitu dahsyat meruntuhkan rumah-rumah warga termasuk sejumlah fasilitas publik seperti hotel, masjid dan gereja hingga kantor pelabuhan.
Data terbaru menyebutkan setidaknya ada lebih dari 50 orang meninggal dunia dan 135 lainnya mengalami luka-luka. Musibah ini juga menyebabkan ribuan warga harus mengungsi, terlebih hingga kini telah terjadi lebih dari 736 kali gempa susulan yang membuat masyarakat takut kembali ke rumah masing-masing.
Sejumlah Wilayah Meniadakan Pesta Peryaan HUT Kemerdekaan RI
Di tengah suasana duka, sejumlah daerah akhirnya memutuskan untuk meniadakan perayaan HUT Kemerdekaan RI sebagai bentuk empati terhadap warga terdampak bencana.
Pemerintah Kabupaten Ende meniadakan seluruh rangkaian acara peringatan HUT ke-81 RI, dengan mempertimbangjan kondisi darurat bencana.
"Berdasarkan koordinasi dengan seluruh jajaran, serangkaian acara pelaksanaan acara HUT RI ke-81 kita tiadakan, karena ini mempertimbangkan kondisi darurat bencana," ujar Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, dalam pernyataannya hari Minggu, 16 Agustus 2026.
Keputusan tersebut diambil dengan difokuskan untuk membantu penanganan situasi darurat pascabencana. Kabupaten Ende menjadi salah satu wilayah yang merasakan dampak gempa dan tsunami yang menewaskan setidaknya 1 orang dan 14 warga lainnya mengalami luka-luka.
"Karena itu kami juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Ende. Kita berharap bencana ini segera pulih agar warga bisa kembali beraktivitas seperti biasa," ujar Yosef.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sikka juga membatalkan seluruh kegiatan dan upacara perayaan kemerdekaan dibatalkan. Wilayah tersebut juga termasuk yang terdampak bencana.