"Tsunami terjadi di Bonea, Kepulauan Selayar, Sulsel, dampak gempa M7.7 Flores dengan k etinggian air laut diperkirakan memiliki timggi sekitar 50 cm dan membanjiri wilayah pesisir kawasan tersebut," imbuhnya.
Berdasarkan data dari BMKG, tercatat telah terjadi lebih dari 30 kali gempa susulan (aftershock) setelah gempa utama bermagnitudo 7,7 yang mengguncang perairan Nusa Tenggara Timur, hingga siang hari.
Terpantau gempa susulan pertama muncul dengan magnitudo 6,2 SR di perairan Nagekeo, NTT yang kemudian merambat ke Labuan Bajo, Ngada dan Manggarai dengan kekuatan lebih kecil antara 5,9 SR hingga 4,1 SR.
Setelah dilakukan pengamatan pasca gempa utama, BMKG mengonfirmasi bahwa kenaikan muka air laut telah mereda dan tidak ada potensi gelombang besar lanjutan.
Berdasarkan hasil pengamatan lebih lanjut, BMKG secara resmi mencabut peringatan dini Tsunami pada pukul 07:30 WIB atau 08:30 WITA.
"Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan menghindari bangunan yang mengalami keretakan struktur, serta memantau kanal informasi resmi BMKG untuk pembaruan aktivitas gempa susulan," ujar BMKG dalam konferensi pers yang digelar dalam siaran langsung akun Instagram @infobmkg.
"BMKG tetap terus melakukan pemantauan terhadap kenaikan muka air laut dan potensi terjadinya gempa susulan. Masyarakat juga dihimbau untuk mengantisipasi beredarnya informasi yang beredar dan pastikan untuk selalu mendapat update terbaru dari situs resmi BMKG," pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini