Sabtu, 15 Agustus 2026

NTT Diguncang Gempa 7,7 SR, Terjadi Tsunami dengan Ketinggian hampir 1 Meter di Flores hingga Baubau Sultra, Begini Update Kondisinya

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:54 WIB
Gempa 7,7 SR di perairan NTT menimbulkan terjadinya tsunami di Flores hingga Sulawesi Selatan  (Bmkg.go.id)
Gempa 7,7 SR di perairan NTT menimbulkan terjadinya tsunami di Flores hingga Sulawesi Selatan (Bmkg.go.id)

SketsaNusantara.id - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 SR (SR) mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sekitarnya pada hari Sabtu, 15 Agustus 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya gempa dengan magnitudo 7,7 SR. 

Guncangan hebat memicu kepanikan warga, terlebih setelah BMKG mengeluarkan peringatan dini Tsunami setelah gempa terjadi sekitar pukul 04.58 WIB.

Dilansir SketsaNusantara.id dari akun Instagram @infobmkg, diketahui pusat gempa terletak di laut, berjarak sekitar 30 km sebelah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT.

Lokasi episenter atau titik pusat gempa berada di 8,41° Lintang Selatan (LS) dan 121,39° Bujur Timur (BT) yang tergolong gempa bumi dangkal dengan kedalaman 15 km.

Baca Juga: Gempa 7,1 SR Kumamoto Jepang Berpusat di Darat, Mengapa Bisa Berpotensi Terjadi Tsunami? Berikut Penjelasannya dan Dampak bagi Indonesia

Berdasarkan hasil pengamatan, BMKG mendeteksi adanya kenaikan muka air laut atau tsunami skala kecil di Flores, NTT hingga Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Situs resmi BMKG mencatat muka air laut tertinggi berada di Stasiun Maurole, Kabupaten Ende, dengan ketinggian mencapai 0,94 meter pada pukul 05.27 WIB.

Begitu pula dengan Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang mengalami kenaikan air laut setinggi 0,54 meter dan Baubau, Sultra mencapai 0,3 meter.

Pada wilayah lain seperti Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, tercatat air laut naik dengan ketinggian mencapai 0,36 m. Sementara di Pelabuhan Kewapante-Sikka air laut naik setinggi 0,38 m, dan Pulau Sikka setinggi 0,19 m.

BMKG juga menetapkan status Siaga untuk beberapa wilayah pesisir seperti Manggarai Barat/Utara, Ngada Utara, Ende Utara, Sikka Utara (NTT), serta Selayar dan Jeneponto (Sulsel). Wilayah lainnya di NTB dan Sultra berada dalam status Waspada.

 Baca Juga: Heboh Terdengar Suara Dentuman dan Gemuruh Misterius di Gresik, BMKG Tak Deteksi Aktivitas Gempa Bumi, Apa Penyebabnya?

Bencana gempa hinga terjadinya tsunami kecil itu seketika menyita perhatian publik. Unggahan video dokumentasi warga yang memperlihatkan update kondisi terbaru yang menunjukkan kerusakan sejumlah bangunan pasca terjadi gempa hingga kenaikan air laut yang menggenangi wilayah pesisir.

"Terlihat situasi saat air laut surut di sekitar wilayah Pelabuhan Bonerete, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan dan cukup dekat dengan pusat gempa setelah Gempa M7.7 mengguncang wilayah Laut Flores, NTT," tulis akun Instagram @infogempadunia yang mengunggah dokumentasi warga saat mengamati air laut surut sebelum terjadi tsunami.

Halaman:

Editor: Mila Zhely Nurul Hidayah

Sumber: bmkg.go.id, instagram @infobmkg

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X