SketsaNusantara.id — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat peranannya dalam menggerakkan roda perekonomian hingga ke tingkat pedesaan melalui perluasan jaringan BRILink Agen.
Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, keberadaan agen ini tidak hanya mempermudah akses masyarakat terhadap jasa perbankan formal, tetapi juga menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi kerakyatan di berbagai pelosok nusantara.
Hingga bulan Juni 2026, jumlah BRILink Agen telah mencatatkan angka 1,13 juta agen yang tersebar di lebih dari 60.753 desa.
Tingginya jangkauan tersebut berdampak langsung pada aktivitas transaksi keuangan masyarakat.
Sepanjang Semester I 2026, BRILink Agen berhasil mencatatkan lebih dari 501 juta transaksi dengan volume penjualan mencapai Rp841 triliun.
Capaian ini menegaskan posisi BRILink Agen sebagai infrastruktur keuangan yang krusial bagi pemerataan inklusi keuangan nasional.
Baca Juga: Kenalkan Budaya, Delegasi FFNC Amerika Serikat Kunjungi SMAN 1 Jombang
Model kemitraan yang diterapkan BRI mengusung konsep ekonomi berbagi yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat lokal.
Pemilik warung kelontong, pedagang pasar, hingga pelaku usaha ultra mikro kini dapat memperoleh sumber pendapatan baru sekaligus membantu warga sekitar dalam memenuhi kebutuhan transaksi harian.
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menjelaskan bahwa momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dimaknai sebagai pemberian kesempatan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat untuk berkembang tanpa terhalang kendala geografis.
"BRILink Agen menjadi salah satu andalan BRI dalam menjangkau kebutuhan transaksi masyarakat di berbagai wilayah. Jaringan ini menghadirkan layanan yang mudah diakses oleh masyarakat dan mempercepat proses transaksi, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan. Peran tersebut menempatkan BRILink Agen sebagai penggerak ekonomi kerakyatan," ujar Akhmad.
Saat ini, BRILink Agen telah berkembang menjadi pusat layanan komunitas terpadu.