news

Perkuat Program 3 Juta Rumah, Presiden Prabowo Pimpin Akad Massal 62 Ribu Debitur KPR FLPP Bersama BRI

Senin, 3 Agustus 2026 | 15:54 WIB
Perkuat Program 3 Juta Rumah, Presiden Prabowo Pimpin Akad Massal 62 Ribu Debitur KPR FLPP Bersama BRI

SketsaNusantara.id — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) semakin mengokohkan komitmennya sebagai pilar utama pembiayaan perumahan nasional dalam mendukung Program 3 Juta Rumah.

Langkah ini diwujudkan melalui keikutsertaan aktif BRI dalam agenda Akad Massal Debitur KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Kredit Program Perumahan (KPP) yang berlangsung di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada Kamis (30/7/2026).

Acara berskala nasional tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dalam pengarahannya, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, perbankan, pengembang, dan pelaku usaha sebagai pengejawantahan semangat Indonesia Incorporated.

Baca Juga: Keluarga Ungkap Riwayat Penyakit hingga Kondisi Terakhir Diding Boneng: Sempat Keluhkan Sakit Maag hingga Mengalami Stroke Sebelum Wafat

Menurut Presiden, kerja sama yang solid antara pihak besar yang menopang pelaku usaha kecil menjadi kunci utama untuk menjawab tingginya kebutuhan hunian layak bagi masyarakat.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, yang hadir langsung di lokasi menyampaikan bahwa BRI sebagai bagian dari Danantara terus memperluas jangkauan pembiayaan perumahan dari hulu hingga hilir.

BRI tidak hanya berfokus pada penyediaan KPR bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), melainkan juga menyalurkan pembiayaan bagi para pengembang melalui KPP dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan guna mendukung penyediaan hunian berkualitas.

Baca Juga: Dinar Candy Bongkar Alasannya Tak Mau Pacaran dalam Waktu Dekat Ini, DJ Asal Bandung : Karena Kan...

Hery menggarisbawahi bahwa sektor perumahan memiliki dampak berganda (multiplier effect) yang sangat luas bagi pergerakan ekonomi nasional. Penguatan sektor perumahan secara otomatis akan menggerakkan berbagai industri turunan, mulai dari bahan bangunan, jasa konstruksi, armada transportasi, hingga penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar.

Oleh karena itu, BRI berkomitmen untuk terus membuka akses pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan demi memperkuat pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, mengapresiasi lonjakan penyaluran rumah subsidi melalui skema FLPP.

Baca Juga: Estafet Pimpinan Polres Madiun Kota Berpindah, Arah Kebijakan Lama Perlu Dilanjutkan Demi Jaga Kamtibmas Kondusif

Ia mengungkapkan bahwa capaian penyaluran rumah subsidi pada periode pemerintahan Presiden Prabowo mencatatkan rekor tertinggi sejak program tersebut diluncurkan pada 2010 lalu, yakni menembus 278.000 unit pada tahun 2025, melonjak signifikan dibandingkan tahun 2023 yang mencatatkan 228.000 unit.

Dalam prosesi akad massal tersebut, sebanyak 6.059 debitur BRI menjadi bagian dari total 62.000 peserta akad KPR Sejahtera FLPP secara nasional. Pada momentum yang sama, BRI turut menyalurkan Kredit Program Perumahan senilai Rp880 miliar kepada 7.100 debitur, yang terbagi atas pembiayaan sisi supply sebesar Rp308 miliar bagi 227 debitur dan sisi demand sebesar Rp572 miliar bagi 6.873 debitur.

Halaman:

Tags

Terkini