"Ini kami ingin mendongkrak ada multiplier effect dari kegiatan ini sehingga memang berdampak untuk masyarakat luas. Kami ingin membangkitkan lagi, lebih mendekatkan diri, dan terutama kami ingin dari pemuda-pemudi ini untuk ikut membantu menyukseskan bahwa koperasi itu ada dan kita bisa untuk meningkatkan UMKM," tambahnya.
Dukungan penuh terhadap pergerakan koperasi di Jember juga disampaikan oleh Ketua Dekopinda Provinsi Jawa Timur, Slamet Sutanto. Ia menyatakan bahwa agenda ini sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Timur agar nilai dasar dan fungsi nyata koperasi dapat dipahami secara utuh oleh masyarakat, terutama di tengah dinamika ekonomi saat ini.
"Supaya UMKM ini bisa berdaya, dengan adanya kondisi ekonomi yang lagi kurang baik sekarang ini," kata Slamet.
Slamet mengimbau para pelaku usaha agar berani membentuk wadah koperasi yang sesuai dengan bidang usahanya. Ia juga meluruskan pandangan masyarakat yang selama ini kerap mengidentikkan koperasi hanya sebatas lembaga simpan pinjam.
Ia mengedukasi publik bahwa sejatinya terdapat lima jenis koperasi yang bisa dijalankan, yakni koperasi produsen, konsumen, jasa, pemasaran, dan simpan pinjam.
"Selama ini yang dianggap koperasi hanya simpan pinjam itu salah," tegas Slamet.
Guna merangkul minat generasi muda yang cenderung menyukai hal-hal praktis, Dekopinda Jatim telah menyiapkan strategi edukasi melalui Badan Komunikasi Pemuda Koperasi (BKPK) serta Lembaga Pendidikan Koperasi Daerah (Lapenkopda).
Melalui wadah tersebut, para pemuda akan dibekali pelatihan agar tumbuh menjadi pelaku ekonomi yang tangguh berbasis koperasi.
Slamet mengaku bangga melihat tingginya animo masyarakat dan generasi muda di Jember, serta optimistis mereka akan menjadi roda penggerak kemajuan koperasi di masa depan. ***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id KLIK DI SINI