Hingga kini masih belum dapat dipastikan apakah seluruh tegangan batuan telah terlepaskan atau justru masih menyisakan tekanan yang terkunci pada segmen bagian selatan," lanjutnya.
"Apabila akumulasi tegangan di segmen selatan tersebut masih tersimpan, potensi kemunculan gempa susulan yang cukup kuat dapat terjadi, mengulang pola krisis seismik beruntun sebagaimana rentetan gempa Kumamoto 2016," pungkasnya.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa gempa bumi tektonik di Jepang tidak berdampak atau memicu tsunami di wilayah Indonesia.
Dalam keterangan resmi, diketahui pemodelan tsunami yang dilakukan BMKG menyatakan wilayah Indonesia aman dan tidak berpotensi diterjang gelombang akibat gempa di Jepang.
Masyarakat di Indonesia diminta agar tetap tenang dan tidak khawatir serta tidak terpancing oleh isu yang tidak jelas kebenarannya.
Warga diimbau untuk update informasi dengan merujuk pada situs resmi atau media sosial terverifikasi milik BMKG.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!