news

Gempa 7,1 SR Kumamoto Jepang Berpusat di Darat, Mengapa Bisa Berpotensi Terjadi Tsunami? Berikut Penjelasannya dan Dampak bagi Indonesia

Rabu, 29 Juli 2026 | 07:47 WIB
Ilustrasi peringatan tsunami setelah gempa magnitudo 7,1 SR mengguncang Prefektur Kumamoto, Kyushu, Jepang, dan dipastikan tidak berdampak ke Indonesia (Instagram/infogempadunia)

SketsaNusantara.id - Gempa bumi magnitudo 7,1 SR mengguncang Jepang pada hari Selasa, 28 Juli 2026. Kabar ini menjadi perhatian publik setelah video yang memperlihatkan kondisi pasca gempa beredar di media sosial.

Berdasarkan laporan dari Japan Meteorological Agency (JMA), gempa mengguncang Prefektur Kumamoto, Kyushu, Jepang dengan intensitas maksimum 7,1 SR yang terjadi pukul 16:28 waktu setempat atau sekitar pukul 14:27 WIB.

Titik pusat gempat diperkirakan berada di 32.59 Lintang Utara dan 131.76 Bujur Timur. Guncangan gempa berpusat di daratan sekitar 25 km Tenggara Kumamoto dengan kedalaman 10 km.

JMA juga mengeluarkan peringatan karena gempa tektonik tersebut berpotensi menimbulkan tsunami di kawasan pesisir Laut Ariake dan Laut Yatsushiro.

Baca Juga: Heboh Terdengar Suara Dentuman dan Gemuruh Misterius di Gresik, BMKG Tak Deteksi Aktivitas Gempa Bumi, Apa Penyebabnya?

Dalam video yang beredar, terlihat banyak rumah dan bangunan hingga jalan sekitar pemukiman penduduk mengalami kerusakan akibat guncangan yang sangat kuat.

Selain itu, gempa juga memporak-porandakan barang-barang di area pertokoan, merusak bangunan Mall AEON yang ada di wilayah Kashima, serta meruntuhkan sebagian gedung bertingkat dan memicu terjadinya kebakaran.

Sejumlah infrastruktur di wilayah Kumamoto terdampak, termasuk pembangkit listrik bahkan jembatan layang ikut mengalami kerusakan.

Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun tingkat kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.

Otoritas setempat masih terus melakukan pemantauan dan pendataan di wilayah terdampak hingga melakukan evakuasi bagi masyarakat yang tinggal di daerah pesisir Jepang.

Baca Juga: Gempa Sebanyak 1000 kali Guncang Jepang, Warga Hubungkan dengan Ramalan Penulis Ryo Tatsuki

Terkait hal ini, KBRI juga menghimbau WNI yang tinggal di wilayah terdampak gempa untuk mengikuti arahan otoritas setempat dan tetap waspada akan terjadi gempa susulan.

Informasi terbaru, peringatan tsunami sudah dicabut setelah pemantauan lanjutan dalam beberapa jam kemudian.

Tak hanya itu, JMA juga melaporkan adanya gempa susulan atau aftetshock dengan magnitudo 6,1 SR dengan episenter 30 km sebelah selatan Kumamoto dan pusat gempa berada di darat kedalaman 60 km.

Halaman:

Tags

Terkini