Berdasarkan hasil perhitungan sementara, nilai kerugian keuangan negara diperkirakan mendekati Rp3 miliar. Namun, angka tersebut masih menunggu hasil audit final dari BPKP.
"Estimasi kerugian keuangan negara berdasarkan perhitungan sementara mencapai kurang lebih Rp3 miliar," ungkap Yadyn.
Dalam proses penyidikan, tim jaksa telah mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak pidana korupsi tersebut.
Barang bukti itu meliputi berbagai dokumen penting, uang yang sebagian telah dikembalikan oleh pihak terkait, aset berupa tanah, hingga sejumlah barang lain yang diperkirakan menjadi bagian dari pengganti kerugian negara.
"Barang bukti yang diamankan berupa dokumen, uang yang sudah dikembalikan sebagian, aset tanah, serta barang lain sebagai komponen pengganti kerugian negara," terang Yadyn.
Selain melakukan penyitaan, penyidik juga menelusuri aliran dana hasil dugaan korupsi untuk mengetahui siapa saja yang menikmati uang tersebut. Pemeriksaan terhadap sejumlah pihak masih terus berlangsung dan tidak menutup kemungkinan muncul tersangka baru apabila ditemukan alat bukti yang cukup.
Di sisi lain, tim penyidik juga melakukan asset tracing guna melacak dugaan perubahan hasil kejahatan menjadi berbagai bentuk aset, seperti rumah, kendaraan, maupun harta bernilai ekonomi lainnya.
Baca Juga: Konsisten Jadi Lumbung Pendonor, Aksi Donor Darah di Kalisat Jember Berhasil Himpun 41 Kantong
Kasus dugaan korupsi ini turut dikaitkan dengan peristiwa pembakaran Kantor Bank Daerah di Kecamatan Kalisat yang sebelumnya sempat menyita perhatian publik di Kabupaten Jember.
Menurut Yadyn, berdasarkan hasil penyidikan sementara, aksi pembakaran tersebut diduga dilakukan untuk menghilangkan barang bukti yang berkaitan dengan perkara korupsi.
"Pembakaran itu dilakukan untuk menghilangkan bukti-bukti," tegasnya.
Ia menambahkan, MZL tidak hanya terlibat dalam perkara pembakaran kantor bank tersebut, tetapi juga diduga ikut menikmati hasil tindak pidana korupsi sehingga kembali ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara yang berbeda.
Baca Juga: Siapkan Ribuan Beasiswa, Bupati Jember Gus Fawait Dorong Siswa SMP dan MTS Tak Putus Sekolah