SketsaNusantara.id - Di tengah menurunnya geliat ekonomi di salah satu pasar tradisional di Kota Pendekar, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun kembali membangun ekosistem ekonomi berbasis kreatif. Plt Wali Kota F Bagus Panuntun mengungkapkan, kios kosong dan sepi di Pasar Tradisional Sleko kini mulai dihidupkan kembali untuk menampung pelaku ekonomi kreatif.
“Pasar ini dulu kosong, sepi, nggak ada yang buka. Sementara kios-kiosnya baru dibangun bagus, tapi akhirnya banyak yang minta pindah atau minggir,” ujarnya pada Opening Youth Creative Week, Selasa malam, 21 Juli 2026.
Melihat peluang tersebut, Bagus berinisiatif menawarkan ruang kepada pelaku ekonomi kreatif melalui koordinasi dengan Dinas Kominfo dan PUPR. Tujuannya agar mereka bisa masuk dan mengembangkan konsep usaha di lokasi tersebut.
Baca Juga: Ajarkan Kebiasaan Baik Pada Siswa, SDN Ngegong Kota Madiun Ciptakan Gerakan Pasukan SEMUTS
“Hari ini kami tawarkan agar mereka bisa masuk dulu. Enam bulan pertama kami bebaskan sewa dulu, nanti berikutnya baru dikenakan sewa,” jelasnya.
Ia menambahkan, pendaftar sudah mulai difilter sesuai dengan spesifikasi dan jenis usaha yang dibutuhkan untuk membangun ekosistem yang sehat. Harapannya, langkah ini menjadi uji coba awal membangun ekonomi kreatif di Madiun yang selama ini terpecah-pecah.
“Selama ini ekosistemnya terpecah di sana-sini. Saya ingin membangun dan memfasilitasi teman-teman supaya bisa berkumpul di sini dulu, membangun ekosistem ekonomi kreatif pertama kali di lokasi ini,” katanya.
Berbagai jenis usaha kreatif mulai meramaikan lokasi. Mulai dari literasi yang dikombinasikan dengan wedangan, batik yang dikemas dengan barang antik, kopi lokal, hingga produk industrial dan kreatif lainnya. Menurutnya, keberagaman ini menjadi daya tarik tersendiri.
“Yang menarik adalah tempat kumpulnya dulu, bangun ekosistemnya dulu. Barang-barang kreatif ini tersegmentasi, sehingga perlu dibentuk ekosistem agar perkembangannya bisa kita pantau seiring berjalannya waktu,” tambah Plt Wali Kota Madiun.
Selain itu, ia turut berencana mempercantik pasar dan menjadikannya daya tarik wisata kreatif. Bahkan, rencana event dan live music rutin akan digelar untuk menarik pengunjung.
“Pasar tradisional ini kita ubah menjadi pasar kreatif. Salah satunya menjadi wisata kreatif. Tahun depan fasad (perwajahan) akan kita bangun karena masih dalam perencanaan,” ungkapnya.
Dengan pendekatan bertahap ini, diharapkan pasar yang semula sepi dapat bertransformasi menjadi pusat ekonomi kreatif yang ramai dan berkelanjutan di Kota Madiun.***