news

Bawa Misi Keberlanjutan Bumi, Jember Fashion Carnaval 2026 Usung Tema HEAL

Kamis, 16 Juli 2026 | 18:41 WIB
Penjelasan agenda JFC. (Dok JFC)

SketsaNusantara.id – Gelaran mode jalanan legendaris, Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026, bersiap kembali menggebrak panggung dunia.

Mengawali perjalanannya tahun ini, JFC secara resmi meluncurkan tema besar HEAL (singkatan dari Humanity, Earth, and Life) dalam sebuah konferensi pers yang berlangsung di Lippo Mall Nusantara, PIK Batavia, Jakarta, pada Kamis 16 Juli 2026.

Peluncuran ini sekaligus menjadi penanda dimulainya rangkaian persiapan teknis serta peresmian berbagai kerja sama strategis demi mewujudkan karnaval busana bertaraf internasional yang lebih megah.

Baca Juga: Memanusiakan RQ, Akhir Dua Tahun Belenggu Rantai di Kamar Pengap Jember

Pilihan tema HEAL bukan tanpa makna mendalam. Konsep ini dirancang untuk merepresentasikan kepekaan sosial terhadap kemanusiaan, kelestarian planet bumi, serta keberlangsungan hidup seluruh makhluk di dalamnya.

Melalui bahasa visual busana, JFC ingin menyulap landasan pacu jalanan menjadi ruang edukasi publik yang sarat akan pesan pelestarian alam dan harmoni sosial.

Presiden JFC, Budi Setiawan, mengungkapkan bahwa filosofi di balik "HEAL" selaras dengan impian luhur sang founder, mendiang Dynand Fariz.

Baca Juga: Pemkab Pastikan Pengobatan Gratis Korban Diduga Keracunan Makanan di Jember

Sejak awal didirikan, JFC diniatkan sebagai sebuah wadah inklusif yang memberikan ruang bagi siapa saja untuk mengekspresikan kreativitas, tumbuh bersama, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.

"JFC bukan sekadar parade busana tahunan atau pesta seni biasa. Ini adalah sebuah gerakan kreatif lintas disiplin yang merangkul para desainer, seniman, model, hingga pemuda dari berbagai latar belakang untuk menampilkan karya terbaik mereka di panggung global," ujar Budi Setiawan.

Beliau juga menambahkan bahwa eksistensi JFC selama bertahun-tahun bisa terjaga berkat adanya sinergi yang solid antara pemerintah, sektor swasta, pelaku industri kreatif, dan masyarakat.

Baca Juga: Diduga Langgar Prosedur, Operasional Penyedia Makanan Bergizi Gratis di Jember Dihentikan Sementara

Langkah JFC untuk terus mengeksplorasi warisan budaya nusantara mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah pusat.

Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan RI, Irini Dewi Wanti, memuji konsistensi JFC dalam mengemas tradisi lokal ke dalam format festival modern yang atraktif bagi generasi muda.

Halaman:

Tags

Terkini