news

11 Sekolah di Jember Manfaatkan Momen MPLS untuk Tanamkan Budaya Siaga Bencana

Kamis, 16 Juli 2026 | 18:06 WIB
11 sekolah mitra PMI Kabupaten Jember memanfaatkan momen awal masuk sekolah ini untuk menanamkan budaya kesiapsiagaan bencana

SketsaNusantara.id — Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru di Kabupaten Jember tahun ini tampil beda dan lebih bermanfaat.

Sebanyak 11 sekolah mitra PMI Kabupaten Jember memanfaatkan momen awal masuk sekolah ini untuk menanamkan budaya kesiapsiagaan bencana sejak hari pertama siswa menginjakkan kaki di sekolah.

Sesuai dengan kebijakan Kementerian Pendidikan, edukasi kebencanaan ini dikemas secara kreatif, interaktif, dan menyenangkan.

Baca Juga: Kejagung Nyatakan Telah Resmi Terima 3 Surat Perintah Penyidikan Kasus Febrie Adriansyah, Apa Saja?

Metode ini merupakan kelanjutan dari program penguatan kapasitas lewat proyek "School and Community Resilience" (SCR) yang digarap PMI Kabupaten Jember berkolaborasi dengan "Japanese Red Cross Society" (JRCS) demi mewujudkan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

Dalam pelaksanaannya, setiap sekolah menyajikan inovasi unik yang disesuaikan dengan karakter siswanya.

Ada sekolah yang mengenalkan materi kesiapsiagaan lewat permainan edukatif (game-based learning), serta penggunaan media visual yang menarik agar siswa baru lebih mudah memahami risiko bencana dan cara menyelamatkan diri tanpa rasa takut.

Baca Juga: Kesha Ratuliu Ikut Turun Tangan Demi Tepis Miring Isu Soal PDKT El Rumi ke Syifa Hadju, Beri Bukti Nyata Ini

Tidak hanya guru, para "Duta Siaga Bencana" dan anggota Palang Merah Remaja (PMR) di masing-masing sekolah juga mengambil peran penting.

Anggota PMR menyajikan drama pertolongan pertama yang memperagakan simulasi penanganan korban darurat dengan cara yang seru.

Aksi ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mempromosikan PMR sebagai wadah pembentukan karakter kepemimpinan dan kemanusiaan bagi siswa baru.

Baca Juga: Yuenchi Arwindi Siapa? Advokat Muda Ramai Dituding Jadi 'Simpanan' Jampidsus hingga Dikaitkan dengan Kasus Febrie Adriansyah, Begini Klarifikasinya

Kepala Markas PMI Kabupaten Jember, Imam Muslim Al Hariri, memberikan apresiasi tinggi atas kemandirian dan kreativitas pihak sekolah yang terus melestarikan program SCR ini secara berkelanjutan.

"MPLS merupakan momentum yang sangat baik untuk memperkenalkan budaya siaga kepada peserta didik baru. Kami mengapresiasi komitmen para guru, Duta Siaga Bencana, serta PMR. Ini menunjukkan bahwa penguatan kapasitas dari proyek SCR mulai mengakar menjadi bagian dari budaya sekolah," ujar Imam Muslim.

Halaman:

Tags

Terkini