news

Tinjau Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat, Bupati Jember Gus Fawait: Kualitas dan Fasilitas Lengkap, untuk Warga Miskin Ekstrem

Jumat, 10 Juli 2026 | 09:13 WIB
Bupati Gus Fawait saat meninjau lokasi pembangunan Sekolah Rakyat. (M Purnomo/SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id – Langkah konkret dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Jember mulai menemui titik terang. Pemerintah pusat menginisiasi pembangunan proyek monumental berupa Sekolah Rakyat (SR).

Fasilitas pendidikan ini dirancang dengan standar premium, namun dikhususkan bagi anak-anak dari latar belakang keluarga prasejahtera.

Saat meninjau lokasi proyek pada Kamis 9 Juli 2026, Bupati Jember, Gus Fawait, mengaku sangat tersentuh sekaligus bangga. Menurut dia, kompleks sekolah ini tidak kalah dengan lembaga pendidikan unggulan nasional, namun peruntukannya 100 persen bagi masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga: Jember Sukses Tekan Inflasi di Bawah Nasional, Bupati Gus Fawait Beberkan Rahasianya

"Kabupaten Jember kini tengah membangun sebuah institusi pendidikan yang sangat luar biasa mewah. Kelengkapannya mencakup asrama yang nyaman, gedung belajar modern, dua lapangan basket, hingga lapangan sepak bola yang dibangun mengikuti standar regulasi FIFA," ungkap Gus Fawait.

Gus Fawait menekankan bahwa kemewahan fasilitas tersebut bukan untuk masyarakat kalangan atas. Seluruh akses ini disiapkan secara eksklusif bagi anak-anak yang masuk dalam data kemiskinan ekstrem, khususnya yang berada pada kategori kesejahteraan Desil 1 dan Desil 2.

Kebijakan strategis dari era pemerintahan Presiden Prabowo ini dipandang sebagai jalur nyata untuk memotong siklus kemiskinan struktural lewat pendidikan bermutu.

Baca Juga: Bupati Jember Dorong Kader Posyandu Edukasi Door to Door, Gus Fawait Tegaskan Imunisasi Anak Aman dan Halal

“Secara konsep, Sekolah Rakyat yang menyediakan jenjang SD, SMP, hingga SMA ini akan membebaskan seluruh biaya operasional alias gratis karena ditanggung penuh oleh APBN,” imbuhnya.

Beberapa fasilitas penunjang utama yang akan diterima para siswa antara lain, pemberian fasilitas satu unit laptop untuk setiap murid jaminan konsumsi gratis sebanyak tiga kali makan besar dan dua kali camilan setiap hari, paket seragam serta alat tulis yang disediakan secara cuma-cuma, hingga bantuan khusus berupa renovasi rumah (bedah rumah) bagi orang tua murid yang kediamannya masuk kategori tidak layak huni.

Pemerintah Kabupaten Jember juga berkomitmen penuh untuk mengawal proyek ini agar bisa beroperasi sesuai target pada akhir Juli 2026 melalui kolaborasi intensif bersama Kementerian Sosial dan Kementerian PUPR.

Baca Juga: Gus Fawait Sodorkan Enam Raperda Strategis ke DPRD Jember, Fokus Lompatan Ekonomi dan Penataan Kota

Gus Fawait juga mengeluarkan instruksi tegas kepada jajaran birokrasi di bawahnya, mulai dari tingkat kecamatan hingga kelurahan.

Ia meminta seluruh pimpinan wilayah untuk melakukan penyisiran data secara valid agar tidak ada lagi anak di Jember yang terpaksa putus sekolah akibat himpitan ekonomi.

Halaman:

Tags

Terkini