news

Cetak Rekor Sepanjang Masa, BRI Salurkan Dividen Rp52,1 Triliun untuk Negara

Selasa, 7 Juli 2026 | 10:58 WIB
BRI memperkuat peran sebagai penggerak ekonomi kerakyatan yang terbukti dengan setoran dividen terbesar. (BRI )

Strategi customer-centric ini diusung demi memperkuat struktur pendanaan, mempercepat digitalisasi, serta memastikan relevansi perseroan di tengah perubahan zaman. 

Sejalan dengan hal tersebut, BRI juga telah merilis identitas baru melalui Corporate Rebranding pada momen HUT ke-130 tanggal 16 Desember 2025 lalu, guna mempertegas posisinya sebagai "Satu Bank untuk Semua".

Dari sisi efisiensi pendanaan, perbaikannya tampak sangat signifikan:

Baca Juga: 4 Hakim yang Dilaporkan Nadiem Makarim ke Komisi Yudisial atas Dugaan Etik Ramai Disorot, Salah Satunya Ternyata Pernah Adili Kasus Tom Lembong

• Dana murah atau CASA berhasil tumbuh 13,2% yoy menjadi Rp1.058,6 triliun pada Triwulan I 2026.

• Pertumbuhan dana murah ini mendongkrak rasio CASA naik ke level 68,07%.

• Cost of Fund (CoF) berhasil ditekan drastis menjadi 2,3%, membaik dari posisi 3% pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

• Keberhasilan efisiensi ini didorong oleh masifnya volume transaksi nasabah melalui platform digital seperti BRImo, Qlola by BRI, QRIS, dan Business Merchant.

Baca Juga: Felicya Angelista Ungkap Alasannya Belum Ingin Punya Anak Lagi dengan Caesar Hito, Spill Momen Pacaran Selama Berumah Tangga

Garda Terdepan Pemberdayaan UMKM dan Properti Rakyat

Komitmen BRI terhadap ekonomi kerakyatan terbukti kuat dari dominasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan properti. Berikut adalah rincian capaian perseroan di sektor riil:

• Sepanjang Januari hingga Mei 2026, penyaluran KUR telah menyentuh angka Rp84,36 triliun, setara 46,87% dari total alokasi tahunan Rp180 triliun.

• Mayoritas kredit mengalir ke sektor produktif (67,18%), di mana sektor pertanian menjadi penyerap dana terbesar senilai Rp35,91 triliun.

• Di sektor perumahan, penyaluran Kredit Pemilikan Properti (KPP) mencapai Rp9,5 triliun untuk 68.212 debitur per 31 Mei 2026.

• Merespons tingginya antusiasme publik, BRI telah menaikkan alokasi KPP 2026 dari Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun, memantapkan statusnya sebagai penyalur KPP terbesar nasional.

Halaman:

Tags

Terkini