SketsaNusantara.id - Kegiatan inspiratif nan menarik digelar oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatam Diwek, Jombang. Mereka menggelorakan shalawat Nabi melalui Diba' Akbar, sekaligus menyantuni anak yatim dan digelar juga produk UMKM hasil kreasi para anggotanya.
Sedikitnya 500 anggota Fatayat NU menghadiri acara di balai Desa Cukir, Minggu 5 Juli 2026, pagi hingga siang. Mereka berasal dari berbagai desa yang ada di Kecamatan Diwek.
Tampak hadir sebagai tamu undangan Ketua MWCNU Diwek, Ketua PAC Muslimat NU Diwek, perwakilan Camat Diwek, Polsek Diwek, dan jajaran pemerintahan Desa Cukir.
Rangkaian kegiatan dibuka dengan kegiatan pembacaan shalawat Diba' secara berjamaah. Di dalamnya juga digelar santunan anak yatim dan pemberian bingkisan untuk anak-anak stunting sebanyak 10 anak.
Baca Juga: Wujudkan Kaderisasi Maksimal, Ansor Jombang Gembleng Kepemimpinan Puluhan Kader PAC
Ketua PAC Fatayat NU Imroatun Nadhifah mengapresiasi para anggotanya yang terus aktif dan berjuang bersama Fatayat. "Karena di kegiatan ini juga ada UMKM dari para pengurus Fatayat ranting Cukir," imbuhnya.
Dia menambahkan, tujuan kegiatan Diba' Akbar tidak hanya membaca shalawat dan mempererat tali silaturahmi. "Tapi juga menumbuhkan kepedulian sosial melalui kegiatan santunan anak yatim stunting," imbuhnya.
Perwakilan pemerintahan Desa Cukir juga menyampaikan apresiasi serupa. "Kami senang adanya kegiatan NU seperti yang dilakukan Fatayat di balai Desa Cukir ini," ujarnya.
Hal senada disampaikan Ning Nadroh, Wakil Ketua Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Jombang, yang juga hadir. Dirinya menghimbau untuk semangat terus berjuang bersama di organisasi Fatayat NU. "Saya berharap untuk terus urip-urip NU melalui tabarukan dengan berbagai kegiatan sosial keagamaan," katanya.
Baca Juga: Tepis Rumor Miring di Medsos, Qodari Pastikan Kopdes Merah Putih Terus Berjalan Sesuai Target
Dia juga menyampaikan di PC Fatayat NU Jombang ada program baru, yaitu Program Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. "Saya berharap kepada seluruh anggota Fatayat Anak Ranting, bisa memmanfaatkan program tersebut," pintanya.
Saat menyampaikan mauidah hasanah, KH Agus Maulana menyampaikan pentingnya membaca shalawat Nabi Muhammad. "Siapa yang selalu membaca shalawat sama dengan mendoakan Kanjeng Nabi Muhammad," ujarnya.
Dia mengajak untuk terus memperhatikan kehidupan anak yatim di lingkungan sekitar. "Hidup anak yatim tidak imbang dikarenakan ditinggal salah satu orang tua. Maka hidupnya tidak bisa memperoleh perilaku dengan seimbang," pesannya.
Kiai Agus juga menekankan pentingnya menjauhi sikap dzalim. Dikatakan, dzalim musryik tidak bisa diampuni oleh Allah maupun dzalim dengan melakukan dosa kecil. "Apalagi dzalim yang menyakiti orang lain, terlebih dzalim kepada orang tua," tandasnya mengakhiri.***