Jumlah PMI dari wilayah tersebut juga meningkat dari 767 orang menjadi 886 orang sepanjang 2025 atau naik sekitar 15,51 persen.
Melihat tren tersebut, BRI berharap program pemberdayaan ini mampu meningkatkan kapasitas para purna PMI sehingga mereka dapat mengembangkan usaha produktif, menciptakan sumber penghasilan yang berkelanjutan, sekaligus ikut menggerakkan perekonomian daerah.
Salah satu peserta, Tanipa, purna PMI asal Desa Bungko Lor, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, mengaku memperoleh banyak manfaat dari pelatihan tersebut.
Perempuan yang pernah bekerja di Hong Kong, Bahrain, dan Singapura itu menilai materi yang diberikan sangat sesuai dengan kebutuhan para purna PMI.
“Materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan purna PMI dalam mengembangkan usaha," kata Tanipa.
Baca Juga: Hadirkan Aplikasi Digital BumDesa, BRI Permudah Pengurus Susun Laporan Keuangan
Selain mempelajari validasi bisnis, ia juga mendapatkan pengetahuan mengenai literasi keuangan, pengelolaan keuangan usaha, hingga strategi mengembangkan bisnis.
Tanipa berharap BRI terus menyelenggarakan program serupa agar semakin banyak purna PMI yang mampu membangun usaha mandiri setelah kembali ke tanah air.
"Saya berharap pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan oleh BRI agar semakin banyak purna PMI yang merasakan manfaat positif dari program tersebut,” ujarnya lagi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!