Merasakan manfaatnya, akhir tahun 2024 ia mengajukan sendiri KUR BRI sebesar Rp11 juta. Modal itu dibelikan untuk menambah mesin produksi dan alat dukung lainnya. Diantaranya; kompresor, paku tembak, penambahan daya listrik, dan renovasi tempat produksi. “Kebutuhan membeli bahan baku juga banyak, karena harus beli dalam jumlah besar. Kalau beli sedikit barangnya sering habis,” katanya.
Mengenai penjualan, Sahroni memanfaatkan penjualan secara online melalui platform Shopee. Agar menguasai cara penjualan online bisa maksimal, ia sengaja merogoh kocek untuk mengikuti pelatihan. “Saya ikut kelas online agar tahu ilmunya bagaimana penjualan bisa laku banyak,” tandasnya.
Ketekunan Sahroni dari kerajinan tangan membuahkan hasil. Sahroni mengaku pernah mendapat pesanan hiasan dinding sebanyak 40 buah. Total yang harus dibayar pemesan yakni Rp1,7 juta. Dari order itu, ia mendapat laba bersih sebesar Rp1 juta. “Ada biaya admin yang harus dibayar karena kita menggunakan platform mereka,” ucap Sahroni.
Dia juga pernah mendapat keuntungan bersih sebesar Rp700 ribu dari pesanan rak pensil sebanyak 25 buah. “Ada juga yang ekspor dengan nilai penjualan Rp4 juta,” sebutnya.
Sahroni mengatakan, keuntungan bersih yang ia dapat dalam sebulan mencapai Rp1,5 juta hingga Rp2 juta. Meski dinilai kecil, ia bersyukur atas penghasilan tambahan yang diterima. “Hanya untuk mengisi waktu yang luang. Lumayan ada tambahan untuk menutup kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Saat ini, dia mengaku belum ada rencana merekrut karyawan karena masih fokus pekerjaan di sekolah. Namun, suatu hari nanti dirinya berangan-angan untuk mengembangkan usaha sampingan tersebut. “Pasti punya rencana biar bisa berkembang. Sekarang masih fokus di sekolah,” pungkas Sahroni.
Sementara, Manager Bisnis Mikro BRI Cabang Jombang, Andy Setia Budi menjelaskan, KUR BRI mengalir ke berbagai sektor UMKM. Menurutnya, dengan bunga yang rendah, hal itu sebagai dukungan kepada masyarakat dalam mengembangkan usaha perekonomian. Ditambahkan, akses yang mudah dan cepat merupakan bagian dari instrumen bahwa BRI berkomitmen atas dukungan tersebut.
Baca Juga: Lebih 60 Persen KUR BRI Mengalir ke Sektor Produksi, Ini Capaian Penyaluran Sepanjang Tahun 2025
Plafon kredit yang diberikan kepada debitur, sambung Andy, juga bervariasi. Mulai dari Rp10 juga hingga Rp500 juta.
“Sebagai salah satu bentuk tanggung jawab, kami juga melakukan penilaian kepada calon debitur atas usaha yang dikembangkan sebelum mengucurkan pinjaman. Ini untuk menentukan plafon pinjaman yang diiterima pelaku usaha. Berdasarkan pengalaman, jika pinjaman besar maka efek manfaat KUR juga besar. Begitu juga sebaliknya,” pungkas Andy.
Kisah Sahroni dalam mengembangkan usaha kerajinan tangan bisa dijadikan acuan bagi pelaku UMKM lainnya. Meski kecil, usaha sampingan Sahroni dapat merangkak naik. Mengukur kemampuan atas dukungan perbankan yang diterima menjadi pertimbangan penting agar ke depan tidak memberatkan pelaku usaha.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini