"Kita ke kantor polisi, ceritain detail kronologi pakai aplikasi Papago karena nggak tahu hilangnya gimana. Eh nggak taunya 10 menit ketemu," ujarnya.
Dari hasil pelacakan, ponsel tersebut ternyata tertinggal di salah satu bus yang mereka tumpangi sebelumnya.
Tak hanya membantu menemukan ponsel, polisi setempat juga mengantar Marni dan Indah menuju lokasi penyimpanan barang tersebut.
Setelah ponsel berhasil diambil, kedua turis WNI itu bahkan diantar kembali ke kantor polisi. Marni mengaku terkesan dengan pelayanan yang diberikan petugas kepolisian di Busan.
Menurutnya, sistem penanganan barang hilang di Korea Selatan tampak terintegrasi dengan baik antara kepolisian dan layanan transportasi umum sehingga proses pencarian bisa dilakukan dengan cepat.
"Keren banget polisi Busan, mana ganteng-ganteng pula. Hape hilang ketemu dalam 10 menit, cepet banget! terus juga kita pulang pergi dianterin terus naik mobil, jadi nggak dibiarin kaya cacing kepanasan," ungkap Marni yang mengapresiasi kinerja polisi di Korea.
Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar dari warganet. Banyak yang mengaku kagum dengan respons cepat aparat kepolisian di Korea Selatan, terutama dalam membantu wisatawan asing yang mengalami musibah saat kehilangan barang.
Menariknya, unggahan tersebut juga membuka diskusi mengenai pelayanan publik di negeri sendiri. Tak sedikit pula warganet yang membandingkan pengalaman tersebut dengan pelayanan pelaporan kehilangan di Indonesia.
"Korea mah canggih. Langsung gercep dilacak dan bisa ketemu nggak pakai nunggu lama. Kalau di Indonesia lapor ke polisi kudu pakai fotokopi KTP, tunggu 24 jam dulu, ribet. Kapan ya sistem pelaporan di Indonesia gercep kayak Korea Selatan?" tulis salah satu warganet.
"Negara maju emang gercep, nggak kayak di Indonesia. Polisinya keren-keren, nggak cuma jaga warga tapi juga melayani turis sepenuh hati," komentar warganet lainnya.
Di tengah banyaknya kritik, ada pula sebagian warganet yang menyoroti kinerja polisi yang tak kalah cepat menangani kasus kehilangan, termasuk saat membantu turis asing dari luar negeri.
"Di Indonesia nggak semua jelek juga kinerja polisinya. Pernah dengar berita polisi gercep nemuin barang turis yang hilang atau kecopetan setelah viral di medsos. Semoga ke depan pelayanan laporan kehilangan bisa semakin cepat dan mudah," tulis warganet lainnya.
Pengalaman Marni dan Indah ini pun menjadi perbincangan hangat di media sosial. Selain memperlihatkan cepatnya penanganan laporan kehilangan di Korea Selatan, kisah tersebut juga menjadi refleksi mengenai pelayanan publik dan sistem penanganan barang hilang di berbagai negara.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini