news

BMKG Sebut Gempa Palu Dipicu Sesar Aktif dengan Mekanisme Geser Turun, Penampakan Kondisi Pesisir saat Air Laut Surut Pasca Gempa Jadi Sorotan

Selasa, 16 Juni 2026 | 20:15 WIB
BMKG pastikan Gempa 6,7 SR mengguncang Palu tak berpotensi tsunami, warga soroti kondisi pesisir Pantai Mamboro yang mengalami pasang surut air laut pasca gempa (Instagram/infobmkg/infogempadunia)

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi mag.6,7 SR yang terjadi di Palu merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat sesar Sausu," tulis BMKG dikutip SketsaNusantara.id dari pernyataan resmi yang diunggah di akun Instagram @infobmkg.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser turun atau oblique normal. Hingga pukul 12.00 WIB, tercatat 20 kali gempa susulan," lanjutnya.

Meski BMKG telah memastikan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami, masyarakat di wilayah Palu, Sigi, Donggala, dan sekitarnya diimbau untuk tidak menurunkan kewaspadaan.

Baca Juga: Analisis BMKG Terkait Gempa Bumi 6,5 SR yang Mengguncang Sumenep Madura, Terpantau Puluhan Kali Terjadi Gempa Susulan dan Tidak Berpotensi Tsunami

Mengingat gempa ini termasuk dalam kategori gempa dangkal, potensi terjadinya gempa bumi susulan (aftershocks) masih sangat mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa sudah ada 20 kali terjadi gempa susulan yang cukup kuat dengan magnitudo hingga 5,2 SR.

"Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," ujar BMKG dalam unggahannya di media sosial.

"Hindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa, serta pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa sebelum kembali ke dalam rumah," pesannya.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Tags

Terkini