SketsaNusantara.id - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki hubungan yang bermusuhan dengan Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan itu disampaikan di tengah berbagai spekulasi yang kerap mengaitkan kritik politik dengan hubungan personal keduanya.
Megawati menyampaikan hal tersebut saat memberikan pidato tanpa teks dalam peresmian renovasi Istana Gebang dan Patung Bung Karno di Blitar, Jawa Timur. Dalam kesempatan itu, ia berbicara mengenai demokrasi, hubungan politik, hingga persoalan pangan yang menurutnya perlu mendapat perhatian.
Pernyataan Megawati mengenai Prabowo menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian. Ia menegaskan bahwa hubungan persahabatan tetap terjalin meski terdapat perbedaan pandangan dalam kehidupan politik.
Menurut Megawati, kritik yang disampaikan partainya terhadap pemerintah merupakan bagian dari proses demokrasi. Ia menilai hubungan pribadi dan sikap politik merupakan dua hal yang berbeda dan tidak seharusnya dicampuradukkan.
“Pak Prabowo sama saya bersahabat. Tapi kan harusnya dipisahkan, bersahabat ya bersahabat, tapi berpolitik kita bisa untuk apa? Untuk demokratisasi. Tapi saya bukan musuh dia, itu teman saya” ujar Megawati.
Ia juga menyinggung momen peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni lalu. Dalam kesempatan tersebut, Megawati dan Prabowo terlihat bersama sehingga menurutnya menjadi bukti bahwa hubungan keduanya tetap berjalan baik.
Megawati mengatakan masih ada pihak-pihak yang berusaha membangun narasi seolah dirinya berseberangan secara personal dengan Presiden Prabowo. Menurutnya, anggapan tersebut tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.
Selain berbicara mengenai hubungan politik, Megawati juga menyoroti persoalan pangan yang menurutnya sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Ia mengaku prihatin terhadap berbagai persoalan yang dihadapi petani dan kondisi harga kebutuhan pokok.
Dalam pidatonya, Megawati mengingatkan kembali konsep Marhaenisme yang diwariskan Bung Karno. Ia menilai petani perlu terus diperkuat agar mampu mewujudkan kemandirian dan mendukung kedaulatan pangan nasional.
Megawati juga mengungkapkan bahwa sejak tahun 2021 dirinya telah mengeluarkan instruksi kepada seluruh struktur partai untuk mengembangkan berbagai tanaman pangan pendamping beras. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mengantisipasi ancaman krisis pangan.
"Sejak 2021 sebagai Ketua Umum, saya sudah memberikan instruksi ke seluruh daerah untuk menanam 10 tanaman pangan sebagai pendamping beras," ujarnya.