SketsaNusantara.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 11 hingga 12 Juni 2026. Sejumlah provinsi di Pulau Sumatra dan Kalimantan masih berupaya memadamkan titik-titik api yang terdeteksi di lapangan.
Provinsi Jambi menjadi salah satu daerah yang saat ini mendapat perhatian khusus dari BNPB karena kebakaran masih berlangsung di beberapa wilayah. Berdasarkan data terbaru, luas lahan yang terbakar di provinsi tersebut mencapai 121,6 hektare.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan bahwa karhutla di Jambi masih dalam penanganan intensif oleh satuan tugas gabungan.
"Kejadian baru yang menjadi perhatian BNPB adalah karhutla di Provinsi Jambi yang masih dalam penanganan satgas gabungan," ujar Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Sabtu 13 Juni 2026.
Lahan yang terbakar tersebar di sembilan kabupaten dan dua kota, meliputi Batanghari, Muaro Jambi, Tebo, Bungo, Sarolangun, Merangin, Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, Kerinci, Kota Sungai Penuh, dan Kota Jambi.
Dari seluruh daerah tersebut, Kabupaten Sarolangun menjadi wilayah dengan dampak terluas. BNPB mencatat sekitar 42,4 hektare lahan terbakar di kawasan tersebut. Sementara itu, Tanjung Jabung Barat mencatat 33,4 hektare lahan terdampak, Batanghari 22,8 hektare, dan Tanjung Jabung Timur 18,8 hektare.
Pemerintah Provinsi Jambi saat ini masih menerapkan status siaga darurat karhutla yang berlaku sejak 27 April hingga 30 November 2026.
"Saat ini tim Satgas Karhutla terus melakukan penanganan dan pemadaman di sejumlah titik api yang masih terpantau," kata Abdul Muhari.
Selain Jambi, Provinsi Riau juga masih menghadapi ancaman serius kebakaran hutan dan lahan. Sejak awal tahun hingga pertengahan Juni 2026, luas lahan yang terbakar di provinsi tersebut telah mencapai 15.220,34 hektare.
Besarnya angka tersebut menjadikan Riau sebagai salah satu daerah dengan tingkat kejadian karhutla tertinggi sepanjang tahun ini. Pemerintah daerah masih mempertahankan status siaga darurat hingga akhir November sebagai langkah antisipasi menghadapi puncak musim kemarau.
Sementara itu, di Provinsi Aceh, upaya pemadaman terus dilakukan di Kabupaten Nagan Raya. Dari total area terdampak seluas 99 hektare, sekitar 98,8 hektare telah berhasil ditangani. Petugas kini fokus melakukan pendinginan untuk mencegah munculnya kembali titik api.