SketsaNusantara.id - Pelaksanaan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2026 di Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember berlangsung dengan pengawasan ketat.
Kampus menerapkan sistem keamanan berlapis untuk memastikan seluruh peserta mengikuti ujian secara jujur, dan terhindar dari praktik perjokian maupun bentuk kecurangan lainnya.
Pengamanan yang diterapkan sejak hari pertama ujian berbasis Sistem Seleksi Elektronik (SSE) itu mendapat apresiasi dari tim monitoring pusat. Selain dinilai tertib, pelaksanaan ujian juga berjalan lancar tanpa ditemukan pelanggaran selama hari pembukaan.
Kepala Pusat Informasi Data dan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UIN KHAS Jember, Dr. Kun Wazis, menjelaskan bahwa proses verifikasi peserta telah dilakukan sejak mereka tiba di lokasi ujian. Panitia melakukan pemeriksaan identitas secara menyeluruh untuk memastikan kesesuaian data pendaftar dengan peserta yang hadir.
"Kami menyiapkan sistem kepanitiaan secara berlapis sejak awal. Tujuannya untuk memastikan validitas peserta dengan mencocokkan kartu ujian, identitas fisik, pasfoto, dan berbagai data pendukung lainnya," ujar Kun Wazis saat ditemui di Gedung BEC UIN KHAS Jember, Senin 8 Juni 2026.
Menurut dia, pengawasan tidak hanya mengandalkan petugas di lapangan. Teknologi juga dimanfaatkan untuk memperkuat pengamanan selama proses ujian berlangsung. Kamera pengawas atau CCTV ditempatkan di sejumlah titik strategis guna memantau aktivitas peserta secara real time.
Ia menambahkan, seluruh ruang ujian yang digunakan selama pelaksanaan SSE berada dalam kondisi aman dan terkendali. Setiap ruangan juga dijaga oleh dua orang pengawas untuk memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai ketentuan.
"Dari evaluasi yang kami lakukan pada enam ruang ujian, semuanya berjalan aman dan terkendali. Di masing-masing ruangan kami menempatkan dua orang pengawas," katanya.
Penerapan sistem pengawasan berlapis tersebut terbukti efektif. Panitia lokal tidak menemukan adanya indikasi kecurangan maupun pelanggaran aturan yang dilakukan peserta sepanjang hari pertama pelaksanaan UM-PTKIN 2026.
Sementara itu, anggota Kelompok Kerja (Pokja) Pengembangan Soal dan Skoring UM-PTKIN Pusat, Prof. Kusaeri, memberikan apresiasi terhadap kesiapan panitia lokal dalam mengelola ribuan peserta ujian.
Menurut Kusaeri, kemampuan panitia dalam mengatur alur peserta menjadi salah satu faktor penting yang membuat pelaksanaan ujian berlangsung tertib dan lancar.