SketsaNusantara.id – demi menjamin terpenuhinya kebutuhan pendidikan formal bagi generasi muda, sejumlah santri dari Pondok Pesantren di Bondowoso mendaftarkan diri ke Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember.
Belasan santri tersebut langsung diantarkan oleh Kiai muda Mustahab ke UIN KHAS Jember, untuk mengikuti Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM PTKIN) 2026.
Kehadiran Gus Mustajab tidak sekadar mengantar, tetapi juga menjadi bentuk nyata dukungan pesantren terhadap peningkatan akses pendidikan tinggi bagi para santri.
Ia mengaku secara konsisten mengarahkan lulusannya untuk melanjutkan studi ke UIN KHAS Jember, karena kualitas akademik dan pilihan program studi yang dinilai relevan dengan kebutuhan masa depan.
“Alhamdulillah, hampir setiap tahun kami mendorong santri untuk melanjutkan pendidikan di UIN KHAS Jember. Ada yang memilih program studi keagamaan, ada pula yang tertarik pada program studi umum sesuai minat dan potensi masing-masing,” ujar Gus Mustajab di sela pelaksanaan UM PTKIN pada, Selasa 9 Juni 2026.
Menurutnya, para santri memiliki minat akademik yang beragam sehingga pihak pesantren tidak membatasi pilihan jurusan yang akan diambil.
“Pendekatan tersebut dilakukan agar setiap santri dapat berkembang sesuai bidang yang diminati,” imbuhnya.
Ia menjelaskan bahwa sebagian peserta memilih program studi berbasis pendidikan dan keislaman, sementara lainnya tertarik pada program studi sains maupun ilmu sosial. Baginya, yang terpenting adalah para santri dapat menempuh pendidikan di perguruan tinggi yang memiliki kualitas akademik yang baik.
“Kami memberikan kebebasan kepada santri untuk menentukan program studi yang sesuai dengan minat mereka. Ada yang memilih PGMI dan Akuntansi Syariah, ada juga yang tertarik pada Tadris IPA maupun Tadris IPS. Yang penting mereka bisa melanjutkan kuliah di UIN KHAS Jember yang saat ini telah meraih akreditasi Unggul,” katanya.
Baca Juga: 37 CPNS UIN KHAS Jember Resmi Dilantik Jadi PNS, Menag Tekankan Integritas dan Nilai BerAKHLAK
Pilihan tersebut, lanjut Gus Mustajab, menunjukkan bahwa santri masa kini memiliki peluang yang luas untuk berkiprah di berbagai bidang keilmuan tanpa harus meninggalkan nilai-nilai keislaman yang telah diperoleh selama belajar di pesantren.
Dukungan yang diberikan pengasuh pesantren tersebut mendapat apresiasi dari pihak UIN KHAS Jember. Kepala Pusat Informasi, Data, dan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) LPM UIN KHAS Jember, Dr. Kun Wazis, M.I.Kom., menilai langkah tersebut sebagai bentuk kontribusi nyata pesantren dalam membangun kesadaran pendidikan tinggi di kalangan santri.