SketsaNusantara.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Muara Enim, Edison, dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada hari Senin, 8 Juni 2026.
Edison diamankan beserta 10 orang lainnya, dengan 5 orang diantaranya berasal dari Pemerintah Kabupaten Muara Enim dan 5 orang lainnya dari pihak swasta. Penangkapan dilakukan di dua wilayah berbeda, yakni di Jakarta dan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
Tim Satgas KPK juga menyita uang ratusan juta rupiah yang diduga terkait dengan kasus dugaan penerimaan suap terkait proyek pengadaan barang dan jasa di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim.
Kabar penangkapan Bupati Edison pun ramai jadi perbincangan di media sosial. Rekam jejak hingga kekayaannya pun tak luput jadi sorotan publik.
Profil dan Rekam Jejak Edison, Bupati Muara Enim
Dilansir SketsaNusantara.id dari situs resmi Pemkab Muara Enim. diketahui, Edison merupakan politikus dari Partai Nasional Demokrat yang menjabat sebagai Bupati Muara Enim periode 2025-2030.
Pria kelahiran 6 Maret 1968 itu merupakan Sarjana Hukum dari Universitas Sumatera Utara (USU) dan meraih gelar Magister setelah menempuh pendidikan S2 di Universitas Sriwijaya pada tahun 2002.
Sebelum menjabat sebagai Bupati, Edison mengawali karirnya sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara) di Badan Pertanahan Nasional (BPN) sejak tahun 1995.
Dalam perjalanan kariernya, Edison tercatat pernah menerima penghargaan Satya Lencana Karya Satya pada tahun 2010 dan 2017. Edison juga tercatat sebagai Pembina PCNU Kabupaten Muara Enim sekaligus Pengurus dan Pembina di berbagai bidang organisasi sosial dan keagamaan.
Rekam jejaknya di BPN cukup panjang. Jabatan terakhir Edison sebagai Kepala Bidang Pengadaan Tanah dan Pengembangan di Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatera Selatan hingga akhinya pensiun dini dan mencalonkan diri sebagai Bupati Muara Enim pada Pemilu 2024 lalu.
Ia terpilih menjadi Bupati Muara Enim dan mulai bertugas bersama wakilnya, Sumarni, sejak dilantik pada 20 Februari 2025.
Kekayaan Edison Bupati Muara Enim