Selasa, 9 Juni 2026

Edison dari Partai Apa? Inilah Profil dan Rekam Jejak Bupati Muara Enim yang Terjaring OTT KPK, Punya Kekayaan Mencapai Rp16 Miliar

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Selasa, 9 Juni 2026 | 06:30 WIB
Potret Edison, Bupati Muara Enim yang tertangkap OTT KPK beserta 10 orang lainnya atas dugaan kasus penerimaan suap terkait proyek pengadaan barang dan jasa (Instagram/pemkab_muaraenim)
Potret Edison, Bupati Muara Enim yang tertangkap OTT KPK beserta 10 orang lainnya atas dugaan kasus penerimaan suap terkait proyek pengadaan barang dan jasa (Instagram/pemkab_muaraenim)

Kekayaan Bupati Muara Enim pun ramai disorot yang tercatat memiliki harta mencapai Rp16 miliar, berdasarkan penelusuran dari catatan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di situs resmi KPK per bulan Maret 2026.

Sebagian besar harta Edison berasal dari 8 aset tanah dan bangunan yang dimilikinya di Kota Palembang hingga Pabumulih senilai Rp14,18 miliar.

Selain itu, Edison tercatat memiliki 2 unit kendaraan yakni mobil Toyota Alphard 2010 dan Toyota Fortuner 2019 dengan total senilai Rp505 juta.

Baca Juga: Dapat 'Jatah' Rp100 Juta tiap Jumat, Segini Kekayaan Silmy Karim saat Jadi Wamen Imipas: Punya Mercedes G63 dan Belasan Properti di Jakarta

Edison memiliki harta bergerak senilai Rp705 juta dan tercatat memiliki simpanan Kas Rp140 juta serta harta lainnya sebesar Rp500 juta.

Ayah 3 anak itu tercatat tidak memiliki hutang, sehingga total bersih kekayaannya mencapai Rp16.030.192.000 atau sekitar Rp16 miliar.

Jumlah kekayaan ini meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Edison tercatat memiliki harta Rp1,72 miliar pada tahun 2018 lalu dan meningkat secara drastis dengan memiliki kekayaan Rp14,18 miliar pada tahun 2024.

Nama Edison kini tengah ramai jadi sorotan publik setelah tertangkap OTT KPK pada hari Senin, 8 Juni 2026.

Baca Juga: 5 Kontroversi Bupati Pati Sudewo yang Terjaring OTT, Pernah Didemo Ribuan Warga hingga Dilaporkan ke KPK

Hingga kini, Edison yang tertangkap OTT KPK di Sumatera Selatan, masih menjalani pemeriksaan lanjutan ke Gedung Merah Putih KPK yang dijadwalkan hari Selasa, 9 Juni 2026.

Penangkapan ini menjadi sorotan tajam karena terjadi hanya berselang empat hari setelah Edison menghadiri acara penandatanganan komitmen bersama pencegahan korupsi di sektor Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) yang diselenggarakan oleh Pemprov Sumsel dan KPK pada Kamis, 4 Juni 2026.

Kasus yang menjerat Edison ini tercatat sebagai operasi tangkap tangan ke-12 yang diluncurkan oleh KPK sepanjang tahun 2026 yang diduga berkaitan dengan penerimaan suap terkait proyek pengadaan barang dan jasa.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: elhkpn.kpk.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X