SketsaNusantara.id - Peristiwa tragis yang terjadi di Medan Denai, Sumatera Utara, belakangan menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Sepasang suami istri ditemukan tidak sadarkan diri di dalam mobil yang terparkir setelah diduga bermalam di dalam kendaraan saat terjadi pemadaman listrik.
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawa pasangan tersebut tidak berhasil diselamatkan.
Kejadian ini menyita perhatian publik dan sempat viral di media sosial. Sejumlah warganet menyebut kemungkinan korban keracunan gas karbon monoksida (CO) saat tertidur pulas dalam mobil yang tertutup rapat.
Pihak kepolisian mengonfirmasi terjadinya peristiwa tragis ini dan masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
Tragedi ini menjadi pengingat penting mengenai bahaya beristirahat terlalu lama di dalam mobil, terutama ketika kendaraan dalam kondisi berhenti dengan mesin dan AC (air conditioner) tetap menyala.
Lantas bagaimana penjelasannya sehingga orang bisa meninggal dalam mobil ber-AC? Apa kemungkinan penyebab dan bagaimana cara menghidari hal tersebut?
Banyak orang menganggap tidur di mobil ber-AC aman karena suhu kabin terasa sejuk dan nyaman. Padahal, ancaman terbesar bukan berasal dari suhu udara, melainkan dari gas beracun yang tidak terlihat, yaitu gas karbon monoksida (CO).
Dilansir SketsaNusantara.id dari situs Mitsubishi Motors, dijlaskan bahwa menghidupkan mesin mobil hanya untuk menyalakan AC dalam kondisi kendaraan berhenti, maka akan ada potensi kebocoran gas karbon monoksida dari knalpot ke dalam kabin.
Kebocoran gas CO bisa terjadi jika mobil diparkir di ruang tertutup seperti garasi, atau ada kerusakan sistem pembuangan (exhaust system) terutama saat aliran udara tidak lancar.
Karbon monoksida merupakan gas hasil pembakaran bahan bakar kendaraan. Saat mesin mobil menyala, gas ini keluar melalui knalpot bersama gas buang lainnya.
Ketika kendaraan bergerak, aliran udara akan membantu menyebarkan gas tersebut ke lingkungan sekitar sehingga tidak terkonsentrasi di satu titik.