SketsaNusantara.id - Kasus dugaan intimidasi yang melibatkan seorang oknum anggota Polres Tuban terhadap seorang badut pengamen akhirnya berakhir damai.
Kasus tersebut berakhir damai usai kedua belah pihak bertemu untuk proses mediasi.
Dalam video klarifikasi yang beredar di media sosial, anggota Polres Tuban berinisial TS menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas tindakannya yang terekam kamera hingga akhirnya viral di media sosial.
"Saya mengakui kesalahan saya dan menyesali perbuatan yang telah menimbulkan keresahan serta mencederai kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri," ujar TS dalam pernyataannya sebagaimana dilansir SketsaNusantara.id dari Instagram @lambe_turah.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada korban, masyarakat luas, serta pimpinan dan keluarga besar Polri.
TS yang merupakan anggota Unit Propam Porles Tuban ini juga mengaku siap menjalani proses pemeriksaan internal yang berlaku.
"Saya siap menerima segala bentuk proses pemeriksaan dan pembinaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," lanjutnya.
Di sisi lain, korban yang diketahui berinisial K mengaku telah menerima permohonan maaf tersebut.
Ia menyebut permintaan maaf telah disampaikan secara langsung kepada dirinya dan keluarga.
"Permohonan maaf tersebut telah disampaikan secara langsung kepada saya dan keluarga dengan penuh etikat baik," kata K kepada awak media.
Korban juga menegaskan dirinya memilih menyelesaikan persoalan tersebut secara damai dan tidak melanjutkannya ke jalur hukum.