Ia menegaskan bahwa fogging hanya menjadi salah satu metode pengendalian nyamuk dewasa. Keberhasilan pencegahan DBD dalam jangka panjang tetap sangat bergantung pada kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Menurutnya, pemberantasan sarang nyamuk secara rutin harus menjadi budaya bersama agar siklus hidup Aedes aegypti dapat diputus sejak fase telur dan jentik.
Dengan pelaksanaan fogging dan PSN serentak tersebut, diharapkan risiko penyebaran DBD di Desa Selodakon dapat ditekan. Namun, upaya tersebut akan lebih efektif apabila masyarakat secara konsisten menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta aktif menjaga lingkungan tempat tinggalnya agar terbebas dari genangan air yang menjadi habitat nyamuk penyebab demam berdarah.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!