SketsaNusantara.id - Jagat media sosial belakangan ini dihebohkan dengan kabar yang menyebut Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudhi Sadewa, mengundurkan diri dari jabatannya dan akan digantikan oleh ekonom senior sekaligus mantan Menteri Keuangan, Chatib Basri.
Rumor tersebut ramai diperbincangkan di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang sempat menembus level Rp18.000 per dolar (USD).
Sejumlah akun media sosial mengklaim telah memperoleh informasi mengenai pergantian posisi Menteri Keuangan dalam Kabinet Merah Putih.
Kabar ini mengejutkan publik dan seketika menyebar luas hingga ramai jadi perbincangan hangat di berbagai platform, terlebih setelah Kejagung mengungkap kasus korupsi para petinggi Badan Gizi Nasional (BGN).
"Serius PYS (Purbaya Yudhi Sadewa) mundur dan (Menteri Keuangan) diganti CB (Chatib Basri)," tulis salah satu warganet pemilik akun @paltiwest.
"Dapat info hari ini menteri keuangan diganti sama Hasan Chatib Basri," imbuh akun @presiden_netizen_official. "Rupiah makin anjlok, katanya Prabowo bikin rapat tertutup, benerkah Menkeu bakal diganti??" sahut netizen lainnya.
Kabar tersebut dengan cepat menyebar dan memunculkan berbagai spekulasi mengenai kemungkinan perombakan kabinet di sektor ekonomi.
Namun, Purbaya Yudhi Sadewa langsung membantah rumor tersebut. Saat dimintai tanggapan mengenai isu pengunduran dirinya, mantan Ketua LPS itu menjawab singkat sambil tertawa, "Hahaha, ya nggak bener lah," ujarnya.
Purbaya menegaskan dirinya masih menjalankan tugas sebagai Menteri Keuangan hingga saat ini. Dalam unggahan di akun media sosial resmi Menkeu, Purbaya belum lama ini mengikuti rapat paruipurna DPR RI untuk mengesahkan Undang Undang tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) pada hari Kamis, 4 Juni 2026.
Bahkan, ia menyebut masih memiliki agenda penting terkait pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026 yang tengah dipersiapkan pemerintah.
Tak hanya itu, pihak Istana Kepresidenan juga memberikan klarifikasi terkait kabar yang beredar tersebut.