Belum lama ini, Istana Negara mengumumkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menyalurkan sebanyak 1098 sapi kurban ke seluruh provinsi di Indonesia dalam rangka Idul Adha 1447 Hijriah.
Namun, langkah tersebut menuai kritik setelah diketahui anggarannya berasal dari dana bantuan kemasyarakatan APBN dengan nilai mencapai sekitar Rp100 miliar.
Perbedaan sikap antara Purbaya dan Prabowo kemudian menjadi bahan perbincangan di media sosial. Sebagian masyarakat menilai langkah Purbaya lebih tepat karena menegaskan bahwa hewan kurbannya dibeli menggunakan dana pribadi, bukan dari uang negara.
Selain itu, muncul pula pertanyaan mengenai urgensi penggunaan APBN untuk pengadaan hewan kurban di tengah berbagai persoalan ekonomi yang dinilai masih membutuhkan perhatian pemerintah.
"Pak kenapa Presiden kurban pakai biaya APBN diperbolehkan? tapi Pak Purbaya sudah benar dan memang seharusnya sedekah kurban pakai duit sendiri, bukan uang rakyat," komentar salah satu warganet di unggahan Instagram Kemenkeu.
"Nggak etis rasanya sekelas Presiden pakai dana APBN tapi berkurban atas nama pribadi. Seolah-olah Prabowo beli hewan kurban sebagai sedekah kepada rakyat di saat rupiah melemah, dan ekonomi baik-baik saja, padahal sapi itu ternyata dari rakyat dan kembali untuk rakyat," imbuh warganet lainnya.
Terlepas dari itu, Purbaya memberikan pesan di Hari Raya Idul Adha sebagai momentum untuk memperkuat kepedulian sosial dan nilai kemanusiaan.
"Selamat Iduladha 1447 H. Semoga keikhlasan senantiasa menguatkan langkah kita dalam menjalani kehidupan. Mari jadikan Iduladha sebagai momentum untuk mempererat kepedulian, persaudaraan, dan kebersamaan," tulisnya melalui unggahan di akun Instagram @menkeuri.
"Di hari yang penuh berkah ini, mari terus menebarkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga setiap doa dan amal ibadah membawa keberkahan bagi seluruh umat manusia," pesannya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini