SketsaNusantara.id - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Rapat Paripurna DPR RI yang digelar di Senayan pada Rabu, 20 Mei 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan sejumlah hal dalam pidatonya.
Salah satunya terkait pentingnya kepastian hukum bagi negara untuk maju.
“Tidak ada negara maju kalau tidak ada kepastian hukum,” ujarnya dalam pidato yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube TV Parlemen.
Prabowo melanjutkan, oleh sebab itu, pada masa kepemimpinannya, ia menaikkan penghasilan hakim.
Namun alih-alih menyebutkan hakim, Prabowo justru menyebutkan guru dalam pidatonya itu.
“Pemerintah saya telah menaikkan gaji-gaji guru, ada yang hampir 300 persen naiknya, penghasilan guru-guru,”ujarnya.
Usai menyadari kekeliruan tersebut, Prabowo pun meminta maaf dan mengoreksi kalimatnya.
“E, hakim-hakim kita. Maaf, hakim,” tutur presiden kedelapan Indoensia itu.
Kekeliruan tersebut membuat pencarian kata guru di media sosial X viral pada Rabu siang, 20 Mei 2026.
Sejumlah akun mengunggah cuplikan video detik-detik Prabowo salah menyebutkan hakim menjadi guru.