news

IFG Perkuat Literasi Finansial Generasi Muda di Tebuireng, Bahas Pengelolaan Uang hingga Risiko Pinjol Ilegal

Selasa, 19 Mei 2026 | 18:30 WIB
Tingkatkan literasi dan inklusi keuangan dengan IFG Goes to School 2026. (Dok.IFG)

SketsaNusantara.id - Literasi keuangan kembali menjadi perhatian di kalangan generasi muda. Kali ini, Indonesia Financial Group (IFG) menggelar program edukasi keuangan di lingkungan pesantren dengan melibatkan ratusan santri dan guru.

Program IFG Goes to School 2026 digelar di SMP A. Wahid Hasyim, Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 900 peserta dari siswa kelas 7 hingga kelas 9 serta tenaga pengajar.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan nasional. IFG sebagai holding BUMN sektor asuransi, penjaminan, dan investasi menilai edukasi finansial penting diberikan sejak usia dini.

Baca Juga: Banyak Masih Keliru, IFG Ingatkan Asuransi Bukan untuk Menabung atau Investasi di Hari Konsumen Nasional 2026

Melalui program tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dalam perspektif syariah. Materi yang disampaikan mencakup perencanaan masa depan, pengaturan pengeluaran, investasi, hingga pengelolaan risiko finansial.

Program IFG Goes to School 2026 menghadirkan Chief Senior Research Associate IFG Progress, Ibrahim Kholilul Rohman sebagai narasumber utama. Tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut adalah “Guru Terliterasi, Santri Terinspirasi”.

Selain membahas pengelolaan keuangan, peserta juga diberikan edukasi mengenai perbedaan kebutuhan dan keinginan. Materi lain yang dibahas mencakup bahaya pinjaman online ilegal serta investasi bodong yang marak terjadi.

Baca Juga: Solusi Limbah Batik di Bantul, IFG Bangun IPAL yang Mampu Pangkas Pencemar Lebih dari 90 Persen

Dalam sesi edukasi, peserta turut diajak memahami pentingnya pola hidup produktif dan tidak konsumtif. Diskusi berlangsung interaktif dengan melibatkan siswa dan guru dalam berbagai pembahasan terkait keuangan sehari-hari.

Program itu juga menyoroti pentingnya etika, disiplin, dan integritas dalam pengelolaan finansial. Peserta diajak memahami bahwa keputusan keuangan memiliki dampak jangka panjang terhadap kehidupan pribadi maupun sosial.

“Melalui program ini, kami ingin memperkuat peran generasi muda, khususnya siswa dan guru, agar semakin melek terhadap pengelolaan risiko dan keuangan,” ujar Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji.

IFG menyebut kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan nasional. Peningkatan literasi dan inklusi keuangan dinilai dapat membantu penguatan industri keuangan nasional secara berkelanjutan.

Program IFG Goes to School sebelumnya juga pernah dilaksanakan di Sekolah Alam Bogor. Kegiatan di Tebuireng menjadi kelanjutan dari program edukasi keuangan yang menyasar pelajar di berbagai daerah.

Dalam pelaksanaannya, IFG turut menekankan pentingnya kesadaran terhadap risiko finansial. Pemahaman tersebut dinilai penting agar generasi muda lebih bijak dalam mengambil keputusan keuangan di masa depan.

Halaman:

Tags

Terkini