news

Video Lama B.J Habibie Kembali Viral Usai Rupiah Anjlok hingga Rp17.500, Netizen: Beliau Tahu Ada Problem

Minggu, 17 Mei 2026 | 09:30 WIB
mendiang B.J Habibie saat menyoroti krisis ekonomi di Indonesia (X/@kalistohenituse)

 

SketsaNusantara.id - Video lawas mantan Presiden B.J Habibie kembali disorot usai nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah hingga Rp17.500.

Dalam video tersebut, presiden ketiga Indonesia itu tengah memaparkan kondisi perekonomian saat itu.

Netizen menilai, berdasarkan pernyataan Habibie, presiden yang menjabat di era awal reformasi Indonesia itu menyadari kondisi ekonomi di tanah air yang tidak baik-baik saja.

Baca Juga: Geger Video Sobek Uang Rupiah saat Live, WNA Timor Leste di Jakarta Minta Maaf

“Kita sedang berusaha keluar dari masalah ini,” ujar Habibie dalam video yang diunggah ulang klimatologis Erma Yulihastin di akun X @EYulihastin.

Masih dalam video yang sama, B.J Habibie juga mengungkapkan target dalam menyelesaikan masalah perekonomian Indonesia kala itu.

“Saya pikir ini akan memakan waktu dua hingga tiga tahun, hingga kita kembali lagi dalam kecepatan penuh. Tapi yang paling penting, bahwa kita harus keluar dalam minggu-minggu atau bulan-bulan selanjutnya,” ujar Habibie.

Baca Juga: Lewat Cuitan ke Prabowo, Susi Pudjiastuti Ungkap Ancaman Taruhan Online dan Pinjol bagi Ekonomi Masyarakat Kecil

Pemilik akun yang juga merupakan seorang peneliti bergelar profesor ini menilai, pernyataan Habibie menunjukkan kesadarannya terkait masalah ekonomi saat itu.

“Beliau sebagai presiden saat itu tidak pernah denial. Beliau tahu ada problem. Krisis di depan mata. Ruliah melemah,” tulis Erma dalam cuitannya.

Ia menambahkan, dalam video tersebut, B.J Habibie juga memaparkan respons pemerintah dalam menghadapi masalah tersebut.

“Dan kami sedang bekerja keras mencari solusi. Beliau juga kasih kepastian, bulan depan kami usahakan situasi akan membaik,” tulis Erma lagi.

Baca Juga: Purbaya Bantah Jalan Sendiri tanpa Arahan Prabowo, Singgung Dana Rp200 Triliun hingga ‘Disikat’ jika Membangkang

Halaman:

Tags

Terkini